Teks foto: Direktur Departemen Medical & Doping Control, dr. Leane Suniar, Wakil Direktur Departemen Medical & Doping Control, dr. Wiweka dan perwakilan dari Kementerian Kesehatan-KASUBDIT GADAR, dr. Budi Silvana (kiri ke kanan)

JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Satu minggu menjelang “Asian Games 2018 Invitation Tournament”, 8-15 Februari 2018, setiap departemen INASGOC (Panitia Pelaksana Asian Games 2018) telah mengadakan pelatihan maupun pengarahan bagi relawan yang akan bergabung untuk mensukseskan Asian Games 2018. Salah satunya Departemen Medical & Doping Control, tengah menggelar pelatihan “Venue Orientation Invitation Tournament” pada tanggal 31 Januari – 1 Februari 2018 di Hotel AONE Menteng dan GBK Senayan.

Bertepat di Hotel AONE Menteng Jakarta (Rabu, 31/01/2018) Pelatihan yang bertemakan“Venue Orientation Invitation Tournament” digelar Direktur Departemen Medical & Doping Control, dr. Leane Suniar dan dihadiri oleh Wakil Direktur Departemen Medical & Doping Control, dr. Wiweka beserta perwakilan dari Kementerian Kesehatan-KASUBDIT GADAR, dr. Budi Silvana serta Riky Johansah selaku pembicara materi Athlete Village INASGOC.

“Kegiatan Invitation Tournament yang akan dilaksanakan pada 8-15 harus menjadi momen persiapan seluruh bagian di INSSGOC. Termasuk, Departemen Medical & Doping Control yang harus melakukan sederet persiapan dengan menyamakan persepsi khususnya profesi kesehatan untuk mensukseskan Asian Games 2018,” jelas Sekjen INASGOC, Eris Herryanto

Sebelum memasuki tahap “Venue Orientation Invitation Tournament”, para tenaga profesi kesehatan yang awalnya berjumlah 700 orang dengan mengikuti pre-test dan post-test menjadi berjumlah 350 tenaga profesi kesehatan. 350 orang ini berasal dari dinas kesehatan dan didukung dari TNI serta 35 volunteer yang akan membantu kinerja Medical & Doping Control.

Departemen Medical & Doping Control telah menyiapkan tenaga kesehatan professional untuk menyukseskan Asian Games 2018 dalam aspek dan pelayanan kesehatan berikut dengan doping control untuk seluruh games family (orang yangg mempunyai ID pada pelaksanaan test event) dan juga bertanggung jawab untuk penonton. Medical & Doping Control juga akan bertugas pada tanggal 4-19 Februari 2018.

“Seluruh tenaga kesehatan telah memiliki sertifikat dari Kementerian Kesehatan. Pada kesempatan ini akan dikomunikasikan perencanaan kegiatan, lokasi tim Medical & Doping Control dan tata acara masuk ke lapangan, serta penempatan seluruh relawan,” tambah dr. Leanne Suniar.

Tenaga kesehatan ini tidak hanya berasal dari Dinas Kesehatan dan TNI, tetapi juga didukung oleh Perdamsi (Perhimpunan Dokter Ahli Emergensi Indonesia), PDSKO (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga) dan PPNI (Persatuan PErawat Nasional Indonesia).

Saat Invitation Tournament, Medical & Doping Control akan disebar di beberapa daerah diantaranya cluster Gelora Bung Karno (GBK), JIEXPO Kemayoran, Padepokan Pencak Silat TMII dan Athlete Village. Sedangkan untuk daerah non venue akan ditempatkan di kedatangan bandara udara Halim dan Soekarno-Hatta, kedatangan Stasiun Gambir dan Sudirman, dan Hotel Atlet Century. Kemudian dibagian penonton di masing-masing venue seperti GBK, JIEXPO, TMII.

Setiap harinya, INASGOC mempersiapkan 240 tenaga kesehatan yang tersebar di masing-masing tempat. Selain didukung oleh tenaga kesehatan professional, Medical & Doping Control juga dilengkapi oleh peralatan kesehatan dan juga obat-obatan. Salah satunya, 25 Ambulance Emergency dan transport akan disediakan di Invitation Tournament.

Untuk melengkapi rangkaian pelatihan ini, esok hari (Kamis, 1 Februari 201) para peserta akan mengunjungi GBK Senayan dan JIEXPO Kemayoran dalam rangka Venue visit guna melihat langsung penempatan kerja para peserta pelatihan.TOR-08/Media-PR INASGOC

 

TINGGALKAN KOMENTAR