Baru empat tahun berlatih tenis meja, prestasi Zadrat Yaboi Sembut boleh dibilang cukup mumpuni. Zadrat menjadi salah satu pemain yang ikut andil mengantarkan tim Papua merebut medali emas nomor beregu senior (25) tahun Kejurnas Tenis Meja 2018 yang berlangsung di By Walk Mall Pluit Jakarta Utara.

Dengan tinggi badan 162 cm dalam usia masih sangat muda, dilahirkan di Sentani, 22 Juni 2003 dari pasangan Yusuf (ayah) dan Marlina Insen (ibu), banyak yang menilai, Zadrat adalah pemain berbakat. Ia bagaikan mutiara yang perlu diasah.

Mengenal pertama kali permainan tenis meja dari Sumitro, Zadrat mengaku sebelumnya menekuni sepak bola. Maklum sepak bola adalah olahraga nomor satu di Papua. Hampir dipastikan semua anak-anak di Tanah Papua mahir bermain sepak bola.

Lalu kenapa Zadrat tertarik main tenis meja ? Pertanyaan itu dijawab sederhana oleh Zadrat. Menurutnya, tenis meja adalah permainan individu tak seperti sepak bola yang harus mengedepankan kerjasama tim.

”Bermain tenis meja sungguh menyenangkan dan saya sangat mencintai olahraga ini. Cita cita saya menjadi pemain nasional yang bisa mengibarkan bendera Merah Putih di luar negeri. Itu impian saya,”kata remaja yang mengidolakan petenis meja Cina, Zhang Jike itu.

Untuk mengembakan kemampuannya, Zadra rela meninggalkan kampung halamannya. Zadrat sudah empat tahun berlatih di Jakarta di klub K-18 asuhan David Yacob. Zadrat pun bersekolah di SMP Cawang Baru Jakarta Timur dan duduk di kelas 3.

Zadrat berharap semakin banyak anak-anak Papua semakin mencintai olahraga tenis meja. Memang sepak bola olahraga paling faforit di Papua tapi tenis meja juga punya peluang untuk menembus prestasi bukan hanya nasional juga internasional. TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR