JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB.Percasi) Grand Master (GM) Drs.Utut Adianto menilai sukses pecatur putri cilik Samantha Edisto menjadi juara dunia catur klasik KU-10 Tahun di Spanyol sebagai bukti bahwa sesungguhnya catur Indonesia punya potensi besar untuk menembus prestasi dunia.Apalagi sebelumnya Samantha juga menjadi juara dunia untuk KU yang sama untuk catur cepat.Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih

Namun, menurut Utut yang menjadi pertanyaan besar setelah sukses tersebut, Samantha ini mau di bawa ke mana ?”Idealnya dia sudah harus mendapat program pembinaan bagus yang berkelanjutan agar dia bisa bersaing di tingkat senior. Dia juga sudah harus mendapat pelatih berkaulitas,”kata Utut kepada sejumlah wartawan di sela-sela menyaksikan JAPFA Chess Festival 2018 di Auditorium Wisma Karsa Pemuda Senayan Jakarta, Jumat, (16/11).

Bahkan, lanjut politisi PDI-P itu, Samantha diupayakan di usianya yang masih muda sudah meraih gelar Grand Master. Karena jika dia sudah bergelar GM, amat mudah untuk mengikuti turnamen berkelas di luar negeri.Gambar mungkin berisi: 2 orang, termasuk Kristianus Liem, orang berdiri

”Paling tidak dia sudah mendapatkan uang penampilan dari setiap kehadirannya di suatu turnamen internasional. Dari itu seorang pecatur bisa mendapatkan uang untuk menunjang karirnya ke depan,”papar Wakil Ketua DPR-RI ini.

Menjawab pertanyaan apakah sebaiknya negara turun tangan untuk mendukung pendanaan bagi Samantha, Utut secara tegas mengatakan idealnya memang harus demikian. Namun, kemampuan negara juga sangat terbatas untuk pendanaan olahraga apalagi prestasi single even.

Utut menyebut pendanaan olahraga untuk multi even seperti SEA Games, Asian Games dan Olimpiade saja, masih sangat terbatas apalagi yang single even. Oleh karenanya, PB.Percasi harus memeras otak untuk memikirkan masa depan pecatur dengan prestasi luar biasa seperti Samantha. TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR