Penampilan Zitte dinilai belum maksimal (Foto/Yosrizal)

PADANG-(Tribunolahraga).
KALAH 2-4 atas Bhayangkara FC, dalam laga perdana Piala Presiden 2019 Grup B, Semen Padang dihujani kritik dan ungkapan kekecwaan dari berbagai kalangan sepakbola di Ranah Minang. Bahkan ada yang bernada kurang sopan.

Tetapi pelatih Semen Padang, Syafrianto Rusli menilai, semua itu adalah bentuk kepedulian terhadap klub Semen Padang. Ia hanya melihat sisi positif dari semua itu.

“Ya, tak ada salah. Biasa dalam suguhan pertandingan sepakbola. Sukses sebuah tim dan pemain adalah bila memenangkan pertandingan. Dan itu akan dipuji. Sebaliknya, jika kalah, itulah konsekuensi yang harus diterima,” sebut Syafrianto.

Dari berbagai kalangan terutama di media sosial, menyebut kekalahan Semen Padang atas Bhayangkara adalah tanggungjawab Syafrianto sebagai pelatih. Sambil menyampaikan kata-kata yang bernada pedas.

Sebagian ada juga yang menyalahkan pemain rekrutan baru yang tidak sesuai ekspektasi mereka. Termasuk pemain asing. Bahkan dari empat pemain asing ada, hanya gelandang asal Brasil, Victor Juffo yang dinilai cukup. Selebihnya tak memberikan kontribusi kepada tim.

Sebagai klub yang baru menata kembali materi dan strategi ke depan setelah promosi ke Liga 1, menurutnya adalah sebuah perjalanan yang belum sampai ke tujuan. Dari 27 pemain yang saat ini sudah berkostum Semen Padang dari 11 starting line-up saat melawan Bhayangkara FC, adalah wajah baru.

Bahkan, empat pemain asing yang termasuk Florent Zitte, 25 tahun, merupakan pemain yang baru masuk ke atmosfir sepakbola Indonesia. Selama ini mereka bermain di negara masing-masing, yang nuansa sepakbolanya jauh berbeda dengan Indonesia.

“Dan yang paling penting itu, kekalahan atas Bhayangkara adalah peringatan bagi kami tim pelatih, bahwa masih banyak hal yang harus dibenahi sebelum sampai pada sasaran utama, Liga-1.  Ini akan menjadi pekerjaan ekstra buat kami. Dan kami akan bekerja keras,” jelas Syafrianto.

Namun untuk lolos dari babak penyisihan, pelatih yang tengah mengambil lisensi AFC Pro itu, mangaku tetap optimis. Karena masih ada dua pertandingan lagi di babak penyisihan grup.

Sepekan ke depan,  Teja Paku Alam dan kawan-kawan kembali turun lapangan melawan Mitra Kukar, pada 10 Maret mendatang. Setelah itu bersua Bali United dalam laga terakhir Grup B.

Dua partai sisa itu, ia bersama para pemain bertekad untuk mengemas enam poin. Dan jumlah tersebut diyakin akan bisa ke putaran kedua, meski hanya sebagai runner-up grup.

“Pertandingan kan belum berakhir. Masih ada dua partai lagi di Grup B yang mesti kita jalani. Dan kami akan memperbaiki semua kesalahan dalam pertandingan pertama. Dan kami tetap berharap doa dan dukungan dari semua insan sepakbola Ranah Minang di manapun berada,” harap Anto.

Interval waktu yang lebih kurang sembilan hari sebelum melawan Mitra, akan dimanfaatkan untuk membanahi semua masalah yang terjadi pada pertandingan perdana.
Terutama masalah komunikasi dalam permainan serta transisi antar lini yang nyaris tak berjalan efektif saat melawan Bhayangkara.

“Masih ada waktu. Kita akan bangkit lagi dan bisa menunjukan peforma yang lebih baik lagi,” tambah mantan pelatih futsal PON Sumbar tersebut,” .(Yosrizal/TOR-10)

TINGGALKAN KOMENTAR