Pernah Dijuluki ”Kijang Kencana” Indonesia

Pada era 1970-an kira-kira 49 tahun silam, nama Lelyana Tjandra Wijaya begitu dipuja di lintasan atletik Indonesia. Selain memiliki paras cantik berkulit putih, Lelyana juga sering memecahkan rekornas atletik.Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan orang berdiri

Lelyana yang pernah menjadi pelatih fisik timnas sepakbola pada tahun 1981 dan timnas PSSI Galanita tahun 1982 itu dijuluki si Kijang Kencana Indonesia. Kini ibu dua anak, Rangga Saputra dan Oshinawa hasil perkawinannya dengan Agus Prayitno itu masih tetap mengikuti perkembangan atletik Indonesia.

Dengan usianya yang sudah 68 tahun, Lelyana memang sudah mulai mengurangi aktifitasnya mengitari lapangan atletik Stadion Madya Senayan Jakarta. Duapuluh tahun lalu, Lelyana yang dikenal dengan sebutan Nyonya Agus ini masih sering mengitari lintasan atletik di Stadion Madya yang banyak melahirkan atlet besar Indonesia.

Maka tak mengherankan di usianya yang lebih dari setengah abad itu, Lelyana masih tampak cantik. ”Kalau hari minggu saya masih bisa lari pagi hanya sekedar cari keringat dan mempertahankan kebugaran fisik. Kebiasaan ini masih saya lakoni agar tubuh tetap sehat,”kata Lelyana.Gambar mungkin berisi: 2 orang, orang tersenyum, orang duduk dan dalam ruangan

Lelyana yang ikut mendirikan klub UMS pada tahun 1975 itu mengaku perkembangan atletik Indonesia sekarang ini semestinya jauh lebih baik. Pasalnya fasilitas yang ada sekarang jauh lebih baik dibanding era Lelyana aktif sebagai atlet.

Setelah pensiun sebagai atlet, Lelyana kemudian menjadi pelatih dan ternyata sentuhannya berbuah. Mantan atlet marathon putri terbaik Indonesia pada era 1990-an Maria Lawalata adalah salah satu anak didiknya yang punya prestasi fenomenal.

Maria Lawalata adalah peraih medali emas penentu kontingen Indonesia mempertahankan gelar juara umum SEA Games 1991 Manila, Filipina. Lelyana mengaku bangga atas prestasi Maria Lawalata.

Aktifitas tambahan lainnya Lelyana usai tidak menjadi pelatih adalah membantu usaha sang suami di bidang jual beli peralatan olahraga bulutangkis. Harganya pun bisa lebih murah dibanding toko-toko lain.Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang tersenyum

Prestasi Lelyana pun di lintasan atletik tak kalah mentereng. Dengan latihan keras disertai disiplin tinggi, Lelyana beberapa kali memecahkan rekornas sejak tahun 1970 hingga 1979. Prestasi itu belum bisa diulangi oleh pendahulunya.

Gelar sebagai Ratu Atletik Jarak Menengah pun melekat pada dirinya. Karena larinya yang cepat bagaikan kijang, ibu kelahiran Malang, Jatim 4 Februari 1951 itu juga mendapat julukan Kijang Kencana Indonesia.

Pada PON VIII/1973, Lelyana mengukir prestasi membanggakan dengan sukses meraih 3 medali emas, 800 meter, 1.500 meter dan 4 x 400 meter bersama Carolina, Roberta dan Sunarti sekaligus memecahkan rekornas.

Berkat prestasinya itu, Lelyana mulus masuk timnas PASI untuk even internasional. Pada Malaysia Terbuka 1976 Lelyana merebut medali emas nomor lari 800 meter, medali emas lari 3000 meter PON Pakistan 1976, medali emas lari 3000 meter duelmeet Indonesia-Taiwan tahun 1977.

Namun ada satu hal peristiwa penting dalam hidup Lelyana yang tak mungkin dilupakan yakni tatkala ditunjuk menjadi pelatih fisik timnas PSSI menghadapi Pra Piala Dunia (PPD) 1981. Penunjukkan Lelyana sebagai pelatih fisik timnas PSSI itu dinilai penuh kontroversi padahal dia mengantongi surat keputusan resmi PSSI.Gambar mungkin berisi: dalam ruangan

Lelyana tak mau membandingkan perlakuan terhadap atlet jaman sekarang dengan jaman dirinya menjadi atlet khususnya dalam masalah bonus. Dengan prestasinya yang segudang, Lelyana hanya mendapatkan sebuah motor, bak bumi dan langit perbedaannya karena atlet sekarang bisa memperoleh ratusan juta rupiah.

Dan prinsipnya Lelyana sama sekali tak memikirkan bonus ketika masih menjadi atlet nasional.” Sejak awal saya memang senang atletik dan motivasinya selalu ingin memecahkan rekornas,”paparnya.

Kini diusianya yang senja, kehidupan Lelyana juga tak beda jauh dengan mantan atlet lainnya, kebingungan memikirkan masa tuanya. Bahkan dirinya sempat berpikir dan berniat menjual rumahnya seluas 900 meter persegi di Bekasi, Jabar.

Lelyana pun dengan penuh harap ada perhatian dari pemerintah kepada dirinya. Oleh karenanya, wajar dan tidak ada salahnya jika pada Hari Olahraga Nasional (Haornas) 9 September 2019 mendatang mendapatkan penghargaan dari pemerintah dalam hal ini Kemenpora. (Suharto Olii)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR