Salah satu pengurus KONI Pusat yang juga penanggungjawab keamanan Musornas, Nasruddin tengah terlibat dialog dengan Ketua Siwo PWI Pusat Gungde Ariwangsa. (Foto/OLII)

JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Pelaksanaan Musornas KONI ke-13 yang berlangsung di Ballroom Hotel Sultan Jakarta, Selasa, (2/7) sempat diawali kericuhan antara media dengan panpel Musornas. Pasalnya para wartawan tidak diperkenankan masuk selama sidang berlangsung.

Sebagai bentuk kekecewaan para wartawan mengembalikan Idcard resmi yang dikeluarkan panpel Musornas. Suasana pun sempat tegang, beruntung Ketua Siwo PWI Pusat AA Gungde Ariwangsa yang juga salah satu anggota Humas KONI Pusat mampu meredam emosi anggotanya.Gambar mungkin berisi: Gunawan Tarigan, berdiri dan dalam ruangan

Gunawan Tarigan (Foto/OLII)

Ariwangsa kemudian mencoba menjelaskan kebijakan yang diambil panpel kepada awak media bahwa memang selama sidang berlangsung tertutup untuk wartawan. ”Kebijakan ini sengata diambil karena panpel menginginkan suasana Musornas tidak terganggu. Jadi mohon pengertian dari kawan-kawan,”ujar pria asal Bali itu.

Para wartawan akhirnya memantau situasi sidang dar luar. Hanya sesekali kameramen televisi mencoba mengambil gambar secara kucing-kucingan. Salah satu wartawan senior Gunawan Tarigan mengatakan semestinya Musornas ini terbuka bagi media karena ini bukan arena politik dan tak ada yang dirahasiakan.

Mantan Koordinator Wartawan KONI Pusat pada era Wismoyo Arismunandar itu menilai masyarakat sangat membutuhkan dan berhak tau perkembangan Musornas. Masyarakat olahraga ingin Musornas itu bisa memberikan warna demokrasi yang jauh dari kepentingan politik. TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR