JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Miris betul pembinaan di Pusat Pendidikan Latihan Pelajar (PPLP) di Sumutra Utara. Pembinaan anak-anak pelajar tidak sesuai dengan arah prestasi yang diharapkan. Jika kondisi seperti ini dibiarkan tanpa ada upaya perbaikan, jangan bermimpi Sumut bakal punya pemain-pemain  muda bertalenta.

Hal itu diakui mantan pelatih PPLP Sumut Yono Rusadi menyikapi kondisi buruk dalam pembinaan PPLP di provinsi yang sebelmnya dikenal sebagai gudangnya pesepakbola nasional itu.

”Saya merasakan ketidak wajaran di PPLP Sumut dari sanksi yang tidak wajar sampai tindakan kasar ke para pemain, saya pernah di suruh jungkir sebanyak lima kali keliling lapangan hingga pundak saya dan teman saya memar, setelah itu push up ratusan kali di malam hari, dengan kesalahan saya keluar di malam hari lantaran nasi menu di asrama habis, jadi saya cari makan di luar, kemudian menu makanan yang sudah tidak layak atau basi ini tidak sekali dua kali terjadi ungkap salah satu Pemain yang tidak mau di sebutkan namanya

”Itu di lakukan oleh kepala asrama langsung, sampai intervensi ke tim dan penyeleksian pemain yang tidak layak masuk PPLP Sumut, mereka adalah para pengurus dan kepala asrama tapi terlalu masuk intervensi kepada tim dan pemain, saya putuskan mundur dari jabatan saya sebagai pelatih kepala karena tidak komitmen nya mereka pada PPLP Sumut Ujar, Yono Rusadi menambahkan.

Yono pegang PPLP Sumut delapan bulan menggantikan Coach Sunardi yang sebelumnya juga merasakan hal yang sama, intervensi kepala asrama kepada tim dan sanksi ke pemain.

Dijelaskan Yono, ini yang harus di evaluasi sampai pemain tidak mau kembali ke Asrama PPLP Sumut, dan PPLP Sumut saat ini belum sampai prestasi yang tidak maksimal.

Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Sumut adalah pembinaan dari KEMENPORA ada beberapa cabang olahraga dan ada 17 PPLP tersebar di Indonesia, PPLP Sumbar, PPLP Papua, PPLP Sumut, PPLP Riau, PPLP Malut, PPLP Jateng, PPLP DKI, PPLP Maluku, PPLP D Bogor, PPLP D Musi, SKO, PPLP Bangka Belitaung, PPLP NTB, dan beberapa PPLP lainya.

Beberapa kali para pemain timnas U-18 juga pernah merasakan kemirisan sang kepala asrama, di usir keluar lantaran tidak mau terima pemain sekelas Bagas, Bagus dengan alasan meragukan kemampuanya ke PPLP Sumut padahal pemain itu berbakat yang mempunyai kualitas bermain, tapi sang Kepala Asrama Sobirin tidak mau tau langsung mengusir keberadaan mereka bergabung di PPLP sumut

Di kejurnas yang sekarang bergulir antar PPLP se Indoneasia yang di gelar di Bogor Jawa Barat, dari tanggal 11 -17 September 2019, PPLP Sumut sudah terpuruk terus dengan kekalahan di babak penyisihan setelah dikalahkan PPLP Papua dengan skor 0-1 dan ke kakalahan telak dari PPLP Maluku Utara dengan Skor 8-4 dengan hasil kekalahan akhirnya PPLP Sumut tidak bisa melanjutkan ke Fase berikutnya.TOR-06

TINGGALKAN KOMENTAR