Mendapat kepercayaan sebagai pembawa obor api pada pembukaan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) XVI 2019 di Stadion Mahasiswa Brodjonegoro, Kuningan Jakarta, Kamis, (19/9) petang ini sungguh tak diduga oleh Eman Sumusi. Pria berusia 71 tahun ini mengaku kaget ketika pihak Panpel POMNas 2019 menghubungi dan meminta kesediaanya untuk mengemban tugas yang amat mulia itu.
”Jujur saja saya tidak menduga mendapat kepercayaan ini. Bagi saya ini sebagai penghormatan dan kebanggaan, mudah-mudahan saya mampu menjalankan tugas ini dengan baik,”kata Eman Sumusi saat dihubungi Si Bondi, Rabu, (18/9) malam.
Eman Sumusi memang pantas mendapat kepercayaan itu karena ayah enam anak dan kakek 13 cucu itu bukan orang asing di lingkungan olahraga mahasiswa. Jebolan Sekolah Tinggi Olahraga (STO) 1975, cikal bakal Universitas Negeri Jakarta (UNJ) ini dikenal sebagai salah satu tokoh utama penggerak olahraga di lingkungan mahasiswa.
Ia merupakan salah satu pendiri Badan Keoordinasi Olahraga Mahasiswa Indonesia (BKOMI pada tahun 1980) yang kemudian berubah nama menjadi l Badan Pembinaan Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) pada tahun 1985. Eman Sumusi tercatat sebagai Sekjen BKOMI) pertama dengan Ketua Umumnya Idrus Serawai dari Universitas Indonesia.
Pengalamannya malang melintang di organisasi keolahragaan mahasiswa itulah mengantarkan Eman Sumusi ke KONI Pusat. Di kelembagaan olahraga tertinggi di Indonesia ini Eman bahkan dijuluki pengurus ”abadi). Ia menjadi pengurus KONI sejak kepengurusan Sri Sultan Hamengkubuwono IX hingga kini Marciano Norman.
Diusianya yang sudah tak mudah lagi, Eman Sumusi masih melakoni tugas-tugas yang cukup strategis dan rumit terkait peraturan organisasi keolahragaan. Dan dalam kurun waktu dua dasawarsa dia membidangi peraturang tentang Pekan Olahraga Nasional (PON). Namun Eman menjalani semuanya itu dengan enjoy.
”Bagi saya sejauh itu untuk kepentingan olahraga nasional, sampai larut malam pun harus saya kerjakan. Semangat itu membuat saya hampir tak mengenal kata lelah,”paparnya.
Ketika ditanya apakah ada persiapan khusus dalam menunaikan tugas yang diembankan kepadanya, Eman yang juga mantan atlet anggar nasional ini mengatakan tidak ada.”Ya paling lari-lari biasa saja, untuk menjaga kebugaran fisik,”katanya singkat.
Pandangannya tentang POMNas, menurut Eman, pesta olahraga antar mahasiswa ini sesungguhnya sangat strategis karena usia emas seorang atelt itu ada pada diri mahasiswa. Selain itu jenjang pembinaan dan arah prestasinya jelas, ada Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) Asean, Universiade-Asia  dan U niversiade (Olimpiade Mahasiswa).TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR