• Di pentas olahraga multi even nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON), Jabar selalu menjadi pesaing utama DKI Jakarta. Namun untuk Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas) 2019 ini Jabar bersikap realistis. Kontingen mahasiswa Jabar pada POMNas ke-16 ini hanya berusaha mempertahankan posisi dua tahun lalu di POMNas Makassar, Sulsel yakni kedua di bawah DKI Jakarta.Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri
    Sama dengan kontingen daerah lain, Jabar hadir di POMNas 2019 ini menjadikan POMNas sebagai ajang pemantapan persiapan atletnya menuju PON 2020 Papua. Dari 17 cabor utama yang diikuti Jabar ada beberapa yang merupakan kualifikasi seperti atletik, renang dan judo. Pada POMNas kali ini Jabar berkekuatan 308 yang terdiri dari 243 atlet dan 65 ofisial.
    Untuk mengetahui bagaimana persiapan Jabar menghadapi POMNas 2019 ini Si Bondi mewawancarai langsung Komandan Kontingen yang juga Ketua Badan Pembinaan Olahraga Mahasiswa Indonesia (BAPOMI) Jabar, Dr.H.M.Solehuddin M.Pd di Hotel HI Senen Jakarta, Rabu, (19/9).
    Si Bondi: Bagaimana persiapan Kontingen Jabar menghadapi POMNas 2019 ini ?
    Jawab: Persiapan kami praktis hanya dua bulan, namun ada sejumlah atlet dari beberapa cabang olahraga sudah melakukan latihan program Pelatda PON 2020. Jadi kita integrasikan persiapan-persiapan itu agar kemampuan para atlet maksimal. Meski para atlet disibukkan dengan waktu belajar di kampus, jadwal latihan mereka jalan terus.
    Si Bondi: Apa target Jabar di POMnas 2019 ?
    Jawab: Jujur saja kami hanya berusaha mempertahankan prestasi sebelumnya yakni posisi dua besar. Pada POMNas 2017 di Makassar, Sulsel, Jabar memperoleh 27 medali emas, 24  medali perak dan 31 perunggu. Untuk menaikan jumlah perolehan medali emas memang sangat terbuka bagi Jabar. Namun untuk menggusur DKI dari tahta juara umum rasanya berat. Jadi kami realistis lah karena kekuatan DKI masih sulit dibendung.
    Si Bondi: Cabang olahraga apa saja yang menjadi andalan Jabar untuk mendulang medali emas ?
    Jawab: Pada POMNas 2019 ini Jabar ikut 17 cabor utama dan 2 cabor eksibisi. Ada beberapa cabang olahraga yang menjadi andalan untuk merebut emas yakni renang, judo, kempo, tarung derajat dan bulutangkis. Namun demikian bukan berarti cabor lain tak bisa diandalkan, mereka juga diharapkan memberikan kontribusi medali bagi Jabar.
    Si Bondi: Bagaimana perkembangan olahraga di kalangan perguruan tinggi di Jabar ?
    Jawab: Saya kira pembinaan olahraga di lingkungan kampus di Jabar sangat menggemberikan. Kebetulan saya sebagai Ketua BAPOMI Jabar dan juga Wakil Rektor Bidang Akedemik/Kemahasiswaan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung melihat adanya kegairahan dalam pembinaan olahraga mahasiswa. Hal itu bisa kita lihat dari sumbangsih perguruan tinggi di Jabar pada Kontingen POMNas ini. Ada 39 Perguruan Tinggi di Jabar yang atlet dan pelatihnya masuk kontingen Jabar. Memang ada tiga perguruan tinggi yang dominan yakni UPI Bandung, Universitas Padjajaran (Unpad), dan Institut Pertanian Bogor (IPB),
    Si Bondi: Apa pandangan Bapak tentang POMNas ?
    Jawab: Banyak yang mengatakan mahasiswa itu adalah mereka yang memasuki usia emas untuk berprestasi di olahraga. Jadi sangat strategis sekali jika POMNas ini menjadi bagian dari upaya peningkatan prestasi Bagi saya sendiri, POMNas bukan saja bicara prestasi tetapi juga menjadi ajang silitarahmi, komunikasi sesama mahasiswa se-Indonesia. Intinya melalui POMNas maahsiswa bisa mengibarkan semangat NKRI. TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR