Tim putri Sulsel (Foto/OLII)

JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Tim  sepak takraw putri Sulawesi Selatan berhasil meraih medali emas nomor beregu setelah mengalahkan Jawa Timur dengan skor 2-1 (21-11, 13-21, 21-13). Sebelumnya, pada laga semifinal yang berlangsung di Gelanggang Remaja Kecamatan Matraman  Minggu (22/9) , tim putri Sulawesi Selatan berhasil menundukkan DKI Jakarta yang mulanya tak terkalahkan sejak bermain di nomor quadrant. Tim putri DKI Jakarta pun harus puas dengan perolehan medali perunggu.Gambar mungkin berisi: 5 orang, orang tersenyum, orang berdiri

Tim putra Jatim (Foto/OLII)

Pelatih tim takraw Sulawesi Selatan Ardiansyah, mengakui faktor keberuntungan banyak berpengaruh di laga final. “Ini hanya soal siapa yang lebih siap mental.”katanya.

Terlebih, lanjutnya timnya berisikan para pemain yang baru masuk kuliah dan sebenarnya dipersiapkan untuk POMNas 2021.

Tekong sekaligus kapten putri Sulawesi Selatan, Erika Vitria Lestari merasa senang dirinya bisa mendapatkan medali emas.”Sangat bangga bisa sumbang medali emas apalagi patahkan dominasi DKI,”paparnya.

Sementara itu, tim putra DKI Jakarta yang sebelumnya juga mendominasi di nomor quadrant dan penyisihan nomor beregu dikalahkan tim Jawa Timur di final dengan skor 0-2 (15-21, 17-21). Meski bermain di kandang sendiri, para pemain DKI Jakarta terlihat gugup dan kerap melakukan kesalahan. Itu terlihat di babak pertama ketika DKI Jakarta berhasil memimpin dengan skor 9-5, tetapi akhirnya dikejar Jawa Timur menjadi 14-16, hingga akhirnya memenangkan pertandingan.

Pada babak kedua, DKI Jakarta kembali memimpin melalui permainan cepat di awal pertandingan dengan skor 4-0. Namun, tempo yang terlalu cepat dan beberapa kali menghasilkan kesalahan justru menguntungkan tim Jawa Timur yang mampu mengejar ketertinggalan menjadi 8-9. Jawa Timur kemudian memang 17-21.

Apit kanan tim putra Jawa Timur Abdul Muin mengatakan, timnya lebih kompak dari pertandingan-pertandingan sebelumnya, terutama ketika melakoni nomor quadrant. “Ini pertandingan yang luar biasa, apalagi kami mampu mengalahkan tim paling kuat. Kami berusaha untuk tidak merasa kecil.” Kata mahasiswa yang berkuliah di Universitas Negeri Surabaya itu.

Tim putra DKI Jakarta harus puas mendapatkan medali perak untuk nomor beregu. Sedangkan medali perunggu milik tim putri Bali dan DKI Jakarta, serta tim putra Sulawesi Tenggara dan Riau. Kini para peserta cabor sepak takraw akan bersiap-siap memperebutkan medali di nomor double event yang akan berlangsung dari hari Senin (23/9) hingga Rabu (25/9). TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR