Tak hanya berwajah tampan dan berpostur tinggi, tetapi kepiawaian Doni Haryono dalam bermain voli telah menjadikannya bintang di lapangan yang dielu-elukan. para penonton selama pertandingan bola voli POMNas 2019 berlangsung  di GOR Jakarta Utara.

Doni menjadi pemain kunci tim Jateng merebut medali emas bola voli putra ajang POMNas XVI di Jakarta.

Doni merupakan mahasiswa semester empat Fakultas Administrasi Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 Semarang. Pria bertinggi 188 cm ini mengaku bahwa ia sudah menyukai voli semenjak kecil.

“Suka voli dari kecil, soalnya dirumah bapak kan suka voli, terus dirumah dulu ada bola, sering main bola sendiri. Lingkungan di kampung juga ada voli,” kata Doni.

Ayahnya memang seorang atlet voli di tingkat kampung. Berkat dorongan dan dukungan sang ayah, ia akhirnya menjadi seorang atlet voli juga. Lelaki kelahiran 21 Februari 1999 ini telah memulai karirnya sebagai pemain voli sejak kelas 1 SMA.

“Kejuaraan pertama itu Popil di Bali. Setelah popil, popnas, terus kejurnas, abis itu proliga, setelah proliga masuk pelatnas, sekarang pelatnas,” ucapnya.

Dari semua kejuaraan yang ia sebutkan, semuanya berbuah emas. Musim lalu Doni juga sempat bergabung dengan klub Jakarta Pertamina Energi dan berlaga dalam liga voli tertinggi di Indonesia yakni Pro Liga. Saat ini Doni tengah mengikuti pelatnas yang dipersiapkan menuju SEA games.

Doni mengakui sangat senang untuk pertama kalinya tampil di ajang POMNas ke 16 ini. “Senenglah bisa berjuang sama temen-temen satu angkatan dulu. Bangga,” akunya. Ia berharap Jawa Tengah bisa mempertahankan gelar juara di POMNas tahun berikutnya. TOR-08/Diaz Keumala H

TINGGALKAN KOMENTAR