Para Olympians siap kawal Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum KOI terpilih dalam Kongres KOI ke-3 2019 (Foto/ist)

JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Kongres Komiite Olimpiade Indonesia (KOI) ke-3 2019 sudah berakhir dengan sukses di Rizt Carlton Hotel Mega Kuningan Jakarta, Rabu, (9/10). Seperti sudah diwartakan semua media baik cetak maupun elektronik dan online, Raja Sapta Oktohari (RSO) dan Warih Sadono secara aklamasi dipilih menjadi Ketua Umum KOI dan Wakil Ketua Umum KOI periode 2019-2023.

Proses pemilihan Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum KOI periode 2019-2023 memang tanpa hambatan karena hanya satu calon yakni RSO dan Warih Sadono. Dalam mengendalikan KOI selama empat tahun kedepan, duat RSO dan Warih memang tak sendirian.Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang tersenyum, orang berdiri, pakaian dan dalam ruangan

Ricky Subagja (pojok kiri) dan Krishna Bayu (pojok kanan) bersama Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari dan Wakil Ketua Umum KOI Warih Sadono (Foto/ist)

Keduanya bakal didampingi 9 anggota Komite Eksekutif (KE) dan 9 anggota Dewan Etik KOI. Yang menarik baik di KE maupun Dewan Etik terdapan sejumlah olympians, mantan atlet nasional yang pernah berlaga di ajang Olimpiade.

Untuk Komite Eksekutif teradapat dua nama Olympians, Lukman Niode (renang) dan Ricky Subagja (bulutangkis). Lukman Niode pernah tampil di Olimpiade 1984 Los Angeles, Amerika Serikat, sementara Ricky Subagja adalah peraih medali emas ganda putra Olimpiade 1996 Atlanta,  Amerika Serikat bersama pasangannya Rexy Mainaky.

Sementara di Dewan Etik KOI juga terdapat tiga mantan atle Olympians yakni Leanne Suniar Manurung (Panahan), Krisna Bayu (Judo) dan Dedeh Herawati (Atletik). Masuknya para Olympians ini selain memang adanya keharuran dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) juga memberikan pesan bahwa peran mereka sangat strategis dalam membangun olahraga Indonesia ke depan.

Memang sejatinya dalam dunia olahraga, atlet adalah segala-galanya. Mereka yang berdarah-darah dalam perjuangan mempertaruhkan nama bangsa di panggung internasional.

Kehadiran para Olympians di KOI pun tentu diharapkan mampu menjadikan atlet sebagai simbol kekuatan dan bukan menjadi alat untuk merebut kekuasaan. TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR