Lukman Husain bersama Ketua Umum PP.Ferkushi Abdul Hafil Fuddin (Foto/ist)

JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Lukman Husain memang gagal menjadi salah satu anggota Komite Eksekutif (KE) Komite Olimpiade Indonesia (KOI) periode 2019-2023. Namun pria kelahiran Ujung Pandang 15 Pebruari 1964 ini tetao sumringah.

Pasalnya cabang olahraga kurash yang bernaung di bawah bendera Pengurus Pusat Federasi Kurash Indonesia (PP.Ferkushi) resmi menjadi anggota KOI pada Kongres KOI ke-3 2019 di Rizt Carlton Hotel Mega Kuningan Jakarta, 9 Oktober lalu.Sebelumnya kurash bernaung di bawah bendera Pengurus Besar Kurash Indonesia (PBKI).

Bagi Lukman Husain diterimanya kurash sebagai anggota KOI jauh lebih bermakna ketimbang dirinya menjadi anggota KE KOI.”Saya tak merasa kecewa meski gagal menjadi anggota KE KOI, karena bagi saya jauh lebih penting kurash resmi diterima sebagai anggota KOI,”kata Sekjen PP.Ferkushi ini.

Lukman Husain memang patut berbangga hati karena perjuangannya selama tiga tahun menggolkan kurash menjadi anggota KOI akhirnya membuahkan hasil. Pada Kongres KOI ada empat cabang olahraga menjadi anggota baru KOI. Tiga cabor lainnya adalah King Boxing, Sambo dan Selancar Ombak.

Menurut Lukman, upayanya untuk memperjuangkan kurash masuk anggota KOI dan KONI dimulai sejak PP.Ferkushi diketuai Syamsuddin, Teuku Rifqi hingga Abdul Hafil Fuddin.”Mudah-mudahan dengan diterimanya kurash sebagai anggota KOI dan KONI perkembangan kurash ke depan semakin pesat,”tutur mantan Wakil Sekjen PB.PSTI ini.

Lukman yang juga Wakil Ketua Bidang Organisasi KONI ini juga menyebut bahwa hingga kini jumlah Pengurus Provinsi (Pengprov) Ferkushi sudah 19. Diharapkan selama kepengurusan ini jumlahnya makin bertambah.

Terkait prestasi, Lukman juga menjelaskan bahwa meski baru tiga tahun berkembang di Indonesia, kurash telah memberikan prestasi membanggakan. Di Asian Games 2018 lalu di Jakarta, kurash mempersembahkan 1 medali perunggu.

Prestasi di Asian Games 2018 itu seperti dikatakan Lukman semakin memacu motivasi para pembina kurash baik di pusat maupun di daerah.

Pada SEA Games 2019 Filipina, kurash juga berani mematok target 2 medali emas.”Target itu bukan karena kurash merasa jumawa tetapi sesungguhnya berdasarkan peta kekuatan kurash itu sendiri di kawasan Asean. TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR