Salam estafet kepemimpinan KOI dari pejabat lama Erick Thohir kepada pejabat baru Raja Sapta Oktohari.

JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Kongres Komite Olimpiade Indonesia (KOI) ke-3 2019 sudah berakhir pada 9 Oktober lalu di Rizt Carlton Hotel Mega Kuningan Jakarta.Ketua Umum KOI dan Wakil Ketua Umum KOI periode 2019-2023 sudah terpilih secara aklamasi yakni Raja Sapta Oktohari (RSO) dan Warih Sadono.

Pada Kongres KOI yang memperebutkan 114 suara itu juga telah memilih 8 anggota Komite Eksekutif (KE) dan 9 anggota Dewan Etik Komite (DEK) KOI.Untuk posisi Komite Eksekutif komposisinya 4 dipilih dari unsur cabang olahraga Olimpiade dan 2 dari unsur cabang olahraga non Olimpiade tapi sudah dipertandingkan di ajang multi even internasional.Sementara dua kursi lainnya merupakah jatah otomatis untuk Olympians.

Delapan anggota KE yang terpilih adalah Jadi Rajagukguk, Teuku Arlan Perkasa Lukman, Antonius Adi Wirawan, Ismail Ning, Rafiq Hakim Radinal Mochtar, Indra Gamulya. Sementara dari unsur Olympians diusulkan dua nama oleh Indonesia Olympians Acociation (IOA) yakni Lukman Niode (renang) dan Ricky Subagja (bulutangkis).

Kemudian untuk anggota Komite Dewan Etik terpilih adalah Erick Thohir, Ngatino SH, Krisna Bayu, Leane Suniar Manurung, Dedeh Erawati, Anthony Charles Soenaryo, Erry Riyana Hardja, Moermahadi Soerja Djanegara, Othniel Mamahit.

Usainya Kongres KOI, kini muncul pertanyaan siapa yang menempati posisi Sekjen KOI ? Pertanyaan ini wajar mencuat ke permukaan karena bercermin dari kepengurusan KOI sebelumnya baik ketika era kepemimpinan Rita Subowo maupun hingga Erick Thohir, kursi Sekjen KOI tergolong ”panas”.

Pada era kepemimpinan Rita Subowo, posisi Sekjen semula dijabat Timbul Thomas Lubis SH. Namun posisi Timbul Thomas Lubis tak bertahan lama, tokoh yang sudah tak asing lama di olahraga Indonesia ini diberhentikan oleh Rita Subowo dengan alasan tak sejalan.Posisi Timbul Thomas Lubis digantikan Hifni Hasan sebagai Plt Sekjen KOI.

Begitu juga halnya ketika KOI dipimpin Erick Thohir, posisi Sejken KOI yang dijabat Dodi Iswandi hanya seumur jagung. Pasalnya Dodi tersangkut kasus penyelewengan dana sosialisasi Asian Games 2018.

Skandal ini menyeret Dodi ke pintu penjara bersama koleganya Anjas Rivai (Bendahara KOI). Posisi Sekjen yang ditinggalkan Dodi diisi oleh Hellen Sarita Dalima sebagai Plt Sekjen.

Berdasarkan peraturan organisasi KOI, Sekjen akan ditunjuk dan diangkat langsung oleh Ketua Umum KOI yang berarti siapa yang bakal menempati posisi tersebut tergantung Raja Sapta Oktohari. Namun RSO pun tak serta merta menunjuk dan mengangkat Sekjen karena harus ada persetujuan para angota KE.

Menarik memang mencermati siapa yang layak menempati posisi Sekjen KOI ini karena pasca Kongres KOI, mulai dimunculkan beberapa nama salah satunya adalah Harry Warga Negara (HWN).

Beberapa induk organisasi cabang olahraga (PB/PP) yang dihubungi Tribunolahraga.com  belum mau berspekulasi terkait posisi Sekjen KOI ini. Pada umumnya mereka menyebut bahwa posisi Sekjen KOI adalah wewenang sang Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari.

Salah satu pengurus cabang olahraga yang tak mau disebutkan namanya mengatakan siapa pun Sekjen KOI nanti harus mampu mengejahwantahkan aspirasi anggota berdasarkan aturan main organisasi dan bukan terkesan otoriter apalagi bersikap sok tahu. TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR