Laporan Abdul Kadir Basalamah (Gorontalo)

GORONTALO-(TribunOlahraga.com)

Turnamen sepakbola Piala Kades Padengo 2020 yang Minggu, (16/2) petang tadi sudah memasuki babak fase gugur tampaknya menjadi ajang menegangkan. Hal itu ditandai dengan ketatnya persaingan perebutan tiket ke semifinal.

Laga Persita Bolihuangga melawan Galaxy Legend yang dimainkan di Lapangan Bung Rana Desa Padengo Kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo harus disudahi melalui drama adu pinalti.

Dalam laga yang dipimpin wasit Jemy Tayuyun itu, kedua tim harus melakoni adu pinalti setelah bermain imbang tanpa gol pada permainan normal 2 x 35 menit. Persita pun akhirnya menjadi tim pertama yang meraih tiket semifinal dengan kemenangan 2-1. Dua gol kemenangan Persita dicetak Riski Suma dan Sumitro Amuntu, sementara gol Galaxy Legend dicetak Pian.

Pelatih Persita, Sumitro mengakui tak mudah bagi pasukannya untuk menjalani fase gugur ini. Drama adu pinalti sebagai bukti bahwa pertarungan berlangsung ketat. Kedua tim sama-sama ingin menang dan lolos ke babak semifinal.Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang berolahraga, luar ruangan dan alam

Meski para pemainnya berpeluang menang dalam permainan normal, Sumitro tetap melihat kemenangan melalui drama adu pinalti ini sangat wajar.”Ya itulah gambaran peta kekuatan kedua tim dan hanya faktor keberuntungan yang berpihak kepada kami,”katanya.

Tentang pertandingan di babak semifinal yang lawannya belum diketahui karena masih menunggu laga fase grup lainnya, Sumitro mengatakan siapa pun lawan di babak empat besar itu, timnya harus siap segala-galanya. Bahkan tingkat tekanannya juga makin tinggi karena sudah memasuki duel menuju partai puncak.

Calon lawan Persita di semifinal antara pemenang Aspira United melawan Persiba Balahu. Laga Aspira United dan Persiba Balahu akan dimainkan Selasa, (18/2).

Sementara itu pelatih Galaxy Legend, Haris Banteng mengatakan meski kecewa timnya gagal melaju ke semifinal, dia tetap memuji penampilan para pemainnya.”Ya kalau ditanya hasil akhir jelas kami kecewa, namun anak-anak telah berjuang habis-habisan di lapangan. Buktinya pertandingan harus diakhiri dengan drama adu pinalti,”katanya.

Dalam drama adu pinakti itu, lanjut Haris, tinggal berharap keberuntungan dan kebetulan dewi fortuna bukan berpihak kepada timnya. Pada Senin, (17/2) besok akan bertarung Talamewa melawan Young Papa untuk memperebutkan satu tiket semifinal kedua.

Turnamen sepakbola Piala Kades 2020 yang diikuti 16 tim dan dibagi empat grup itu digelar dalam rangka HUT Desa Padengo ke-86 sekaligus dirangkaikan dengan peringatan peristiwa Heroik Merah Putih 23 Januari 1942 Gorontalo. TOR-10

TINGGALKAN KOMENTAR