Laporan Abdul Kadir Basalamah (Gorontalo)

GORONTALO-(TribunOlahraga.com)

Keberuntungan benar-benar memayungi Persiba Balahu saat melakoni laga fase gugur dalam Turnamen Sepakbola Piala Kades Padengo 2020 melawan tim unggulan Aspira United di Lapangan Bung Rana Desa Padengo Kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Selasa, (18/2).Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, langit, pohon, anak, celana pendek, rumput, lapangan basket, luar ruangan dan alam

Dalam laga yang dipimpin wasit Fahri Pauweni dari Batudaa itu, Persiba menang tipis 1-0 atas Aspira United. Gol tunggal kemenangan Persiba dicetak Firman Tomayahu. Kemenangan ini membawa Persiba sebagai tim ketiga yang tembus babak semfinal. Dua tim yang sudah lolos lebih dulu adalah Persita Bolihuangga dan Young Papa Yosonegoro.

Sebaliknya Aspira yang lolos ke fase gugur berbekal juara grup tanpa terkalahkan itu dijauhi dewi fortuna. Menguasai jalannya pertandingan dan memiliki sejumlah peluang emas dipaksa harus mengakui keunggulan Persiba.

Namun sesungguhnya Persiba juga bukan tim ayam sayur, pasukan Amin Zola ini selalu menjadi musuh bebuyutan tim Power Full FC dari Padengo. Duel keduanya diibaratkan seperti Real Madrid dan Barcelona di La Liga (Spanyol).Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, orang berolahraga, lapangan basket, langit, pohon, celana pendek, anak, luar ruangan dan alam

Pelatih Persiba Amin Zola menyebut dan mengakui memang hanya keberuntungan yang mengantarkan tim asuhannya lolos ke babak semfinal. ”Prinsip kami dalam pertandingan tadi, bermain sebebas mungkin. Para pemain tidak dibekali strategi khusus tetapi mereka dibiarkan berkreasi di lapangan,”katanya.

Terkait lawan di semifinal, Amin Zola mengatakan Persita Bolihuangga adalah tim yang tak bisa dianggap remeh. Laga Persiba melawan Persita Bolihuangga akan dimainkan Rabu, (29/2).

”Dengan masa istirahat yang cukup panjang, saya yakin para pemain dalam kondisi prima. Kami minta para pemain fokus menatap laga semifinal nanti,”tambahnya.

Sementara Anto Banteng, pelatih Aspira United mengaku para pemainnya kurang sabar dan tidak cermat dalam memanfaatkan peluang yang ada. Memiliki segudang peluang tak mampu mencetak gol sementara lawan hanya dengan satu peluang langsung gol.

”Itulah sepakbola yang selalu penuh dengan drama dan kali ini kami gagal memainkan drama itu dengan baik,”demikian Anto Banteng.

Pada Rabu, (19/2) besok akan dimainkan laga perebutan tiket semifinal terakhir antara tuan rumah Power Full Padengo melawan Daenaa City. Duel ini diperkirakan bakal ketat dan panas apalagi pendukung kedua tim sama-sama militan. TOR-10

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR