GORONTALO-(TribunOlahraga.com)

Berangkat dari niat untuk mendukung program peduli Covid-19, Ferdiyanto Otoluwa ikut dalam acara lelang jersey timnas sepak takraw Indonesia. Pemuda kelahiran Padengo, Limboto Barat Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo 15 Juli 1996 ini pun memenangkan lelang jersey milik salah satu punggawa timnas sepak takraw asal Gorontalo Hendra Pago.

Ferdiyanto berhasil melakukan penawaran tertinggi senilai Rp.400 ribu. Jersey berwarna merah yang dipakai Hendra saat membela timnas sepak takraw Indonesia di ajang Asian Games 2018 Jakarta-Palembang itu pun resmi menjadi milik Ferdiyanto.

Bagi Ferdiyanto, niatnya ikut dalam acara lelang jersey ini selain karena peduli Covid-19 juga dirinya ingin menjadi bagian dari sukses timnas sepak takraw Indonesia merebut medali emas di pesta olahraga terbesar empat tahunan di kawasan Asia itu.

”Ya niat awal saya kenapa ikut lelang jersey ini karena dananya akan disumbangkan untuk warga yang terdampak Covid-19. Selain itu juga saya ingin merasakan keberhasilan timnas sepak takraw Indonesia di Asian Games 2018 lalu. Apalagi jersey ini milik salah satu atlet sepak takraw putra daerah Gorontalo,”kata anak ketiga dari tiga bersaudara yang kini tengah memperdalam keakhliannya sebagai video/foto editting itu.

Seperti diketahui timnas sepak takraw putra Indonesia di Asian Games 2018 mayoritas berintikan para pemain asal Gorontalo. Tercatat ada lima atlet sepak takraw asal Gorontalo yakni Hendra Pago, Rizki Pago, Abdul Halim Rajiu, Herson Mohamad dan Rezky Jaina. Bahkan Asry Syam, pelatih kepala timnas pun adalah dosen di Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Hendra Pago saat dikonfirmasi TribunOlahraga.com, Kamis, (4/6) membenarkan bahwa dirinya ikut terlibat dalam acara lelang jersey. Menurut dia, ada 14 jersey yang dilelang dan terjual dengan harga total Rp.5.745.000.

Lelang jersey timnas ini, seperti dikatakan Hendra Pago dilakukan oleh panitia pusat di Makassar, Sulsel.”Semua dananya saya serahkan ke mereka untuk kemudian dibagikan kepada warga yang terdampak Covid-19. Ini sebagai bentuk kepedulian kami sebagai atlet kepada mereka yang terdampak Covid-19,”tutur atlet yang punya andil mengantarkan tim sepak takraw Gorontalo dua kali merebut medali emas PON masing tahun 2012 Pekanbaru, Riau dan 2016 Jabar ini. TOR-10

 

TINGGALKAN KOMENTAR