Setiap kali belajar ilmu bumi, dia selalu melamun, lamunan nya tentang “Betapa indah nya Nusantara” ini.

Dalam lamunan nya Nanda kecil bagaimana kalau bisa berkelana keliling Indonesia. Hasrat yang begitu menggelora membuat nya nekad meninggalkan kampung halaman Kiliama menuju Teluk Dalam (pulau Nias) menelusuri jalan setapak menerobos hutan tropis.Gambar mungkin berisi: 2 orang

Nanda kecil putra keenam dari 10 orang bersaudara meninggalkan kampung halaman dan saudara2 nya di pulau Nias menuju tanah rantau kota Padang. Beruntung dalam perjalanan nya ada kenalan nya yang memberikan tempat di kamar mesin kapal yang melayarkan nya ke Padang.

Sesampainya di Padang, ia bekerja di pabrik mie. Belum sampai lima bulan bekerja ia mendapat kabar duka kalau ayah nya berpulang. Nanda sempat terpukul mendengar kabar ini, namun ia telah terdidik oleh lingkungan keras ia melangkah tegar mengarungi gelombang hidup yang berat.

Karena tidak punya famili di Padang, Nanda kerap menghabiskan waktu di tempat latihan angkat berat yang kebetulan dekat dengan tempat ia bekerja. Dari melihat, mencoba dan menikmati latihan ia mendaftar dan berlatih sekuat nya.

Padahal awal nya Nanda menekuni olahraga karate lantas tinju. Tapi tidak ada kemajuan. Pada tahun 1981, ia mulai diarahkan secara terprogram oleh pelatih Edy Hermanto (eks lifter Sumbar)

Dari sini Nanda mulai diterjun kan untuk berlaga di arena kejurda sekaligus sebagai ajang seleksi untuk kejurnas. Nanda tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, tampil di kelas 56kg ia berhasil juara sekaligus mewakili Sumbar ke ke kejurnas di Yogya.

Di Yogya, Nanda berhasil meraup tiga emas dan satu perunggu. Tak sampai disitu, ia terpilih mrwakili Indonesia di arena junior Australia tahun 1984. Ia membuktikan kehebatan nya di kelas 56 kg, sekaligus memecahkan rekor dunia dari rekor lama 215 kg menjadi 222.5 kg dan terpilih sebagai atlet terbaik.

Usai merenggut juara dunia di Australia, pada tahun 1985 ia mempertahankan gelar nya di Jerman (Barat). Dari hasil ptestasi dunia itu lah setelah 9 tahun merantau Nanda pulang ke Nias menemui sang Bunda (Helma). Setelah bertemu sang Bunda berturut-turut di Inggris dan India tahun 1986 & Peru 1987 Nanda kembali menjadi yang terbaik di jenis angkatan deadlift, squat dan total.

Pada tahun 1986 mengakhiri masa lajang nya dengan menikahi Mely Vita Ramli.TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR