JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

ROMAN ‘Chocolatito’ Gonzalez kini bebas melakukan negosiasi untuk duel potensial perebutan gelar unifikasi melawan juara kelas layang super WBC Juan Francisco Estrada.

Hal itu terjadi setelah Selasa (23/6) , Joshua Franco mengalahkan Andrew Moloney untuk merebut gelar kelas layang super WBA regular di Conference Center, MGM Grand, Las Vegas, AS.

Gonzalez adalah pemegang super champion kelas layang super WBA setelah menang TKO ronde 9 atas Kal Yafai, 29 Februari 2020. Saat itu, opsinya, pemenang akan berhadapan dengan Andrew Moloney, juara regular. Namun, Moloney kehilangan peluangnya karena kalah dari Franco.

WBA juga sudah mengabarkan kepada ESPN Deportes, bahwa kemenangan Franco itu membatalkan perjanjian pra-pertarungan di mana Moloney akan berhadapan langsung dengan Gonzalez jika bisa melewati Franco.

Duel Gonzalez dan Estrada mudah diwujudkan karena keduanya sama-sama berada di bawah bendera Promotor Eddie Hearn dari Matchroom Boxing.

Persoalannya mungkin bayaran. Gonzalez menegaskan hanya mau melakukan rematch dengan Estrada jika dibayar 1 juta dolar AS atau Rp14,224 miliar.

Duel pertama Gonzalez (49-2-0, 41 KO) dan Estrada (40-3-0, 27 KO) berlangsung pada November 2012 di Los Angeles di kelas layang junior di mana Gonzalez saat itu menggenggam sabuk gelar WBA.

Gonzalez menang angka mutlak.

Sejak pertarungan itu, Estrada mencatat 14 kali menang dan 1 kali kalah, sementara Gonzalez 15 kali menang dan 2 kali kalah. Kombinasi tiga kekalahan itu, uniknya dialami dari petinju Thailand, Srisaket Sor Rungvisai. Gonzalez dua kali kalah dari Rungvisai, dan Estrada satu kali.

Kapan duel Gonzales-Estrada digelar? Hearn tentu sudah punya ancar-ancar waktunya.TOR-05

 

TINGGALKAN KOMENTAR