JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Pada Sabtu, (27/6/2020) bertempat di salah satu hotel di Bandung Jabar, berlangsung deklarasi pencalonan Letjen TNI Tatang Sulaiman sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Indonesia (PB.ISSI) periode 2020-2024.Gambar mungkin berisi: 1 orang, teks

Nama Tatang Sulaiman diusung sebagai calon Ketua Umum induk organisasi tertinggi balap sepeda Indonesia itu karena mantan Wakasad ini punya komitmen kuat memajukan prestasi balap sepeda Indonesia.

Sebelum.deklarasi di Bandung ini, para Pengprov yang semula masih setia dengan Ketua Umum PB.ISSI Raja Sapta Oktohari (RSO) ini melakukan audensi dengan Tatang Sulaiman.Dalam pertemuan itu diwarnai dialog yang sangat akrab. Dan ternyata Tata Sulaiman tidak buta tentang peta balap sepeda Indonesia.

Menurut salah satu tim sukses pemenangan Tatang Sulaiman, Edi Purnomo, komitmen Tatang Sulaiman untuk memajukan prestasi balap sepeda Indonesia tak perlu diragukan lagi.

“Pak Tatang ini memang hobi bersepeda. Nah beliau ingin spirit dari sekedar hobi ini diarahkan untuk prestasi. Makanya jika dipercaya menjadi Ketua Umum PB.ISSI nanti, beliau akan mendorong semua elemen masyarakat sepeda Indonesia termasuk komunitas bersinerji membangun balap sepeda Indonesia ke depan,” kata Edi Purnomo.

Seperti diketahui Munaslub ISSI ini semakin menguat menyusul RSO yang masih merangkap menjadi Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Semestinya saat terpilih menjadi Ketua Umum KOI RSO otomatis mundur dari PB.ISSI dan menunjuk Plt Ketua Umum. Namun hal itu tidak dihiraukan oleh RSO dan dirinya masih tetap merangkap jabatan.

Kini masalah ISSI sudah diambil alih.oleh KONI Pusat sampai terselenggaranya Munaslub nanti.Jika 21 Pengprov ini solid mendukung pencalonan Tatang Sulaiman maka dipastikan di Munaslub nanti tinggal.ketok palu menetapkan perwira tinggi bintang.tiga ini untuk memimpin PB.ISSI empat tahun ke depan.

Terkait penconannya menuju kursi nomor satu ISSI ini Tatang Sulaiman jauh jauh hari.telah mengisyaratkan bahwa dirinya tak mau menggunakan uang (money politic). ”Kalau bermain.uang lebih baik saya mundur,” kata sang Jenderal.Gambar mungkin berisi: 1 orang, berdiri, dekat dan luar ruangan

Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa setiap pelaksanaan Munas apalagi Munaslub selalu diwarnai praktek beli suara untuk.mendukung calon tertentu.Semakin banyak calon semakin.menguntungkanpara pengprov sebagai pemilik.suara.

Isyarat Tatang Sulaiman untuk tidak menggunakan politik uang dalam pencalonannya ini tentu merupakan langkah.yang patut dipuji. Paling tidak para Pengprov yang doyan duit mendapat pencerahan bahwa olahraga harus dibangun atas dasar kejujuran.TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR