Di Daily Bulletin 44th World Bridge Team Championships Wuhan 2019 tanggal 19 September 2019 ditulis tentang permainan saya dengan judul yang berbeda, “A Combination of High Technique and Low Cunning” .
18/T/US S 10974
H 10974
D J98
Cx A4
S AK63 S J852
H QJ52 H A3
D Q643 D K52
C 10 C 9732
S Q
H K86
D A107
C KQJ865
Barat Utara Timur Selatan
T. Sugiarto A.Braithwaite B.Polii A.De Livera
Pass 1C
X 1D (heart) 1S 3C
3S Pass 4S //
Semua pass
Penawaran yang sangat agresive membuat saya harus memainkan kontrak yang nyaris mustahil untuk bikin. Selatan lead CK dimana setelah dummy main C10, Andrew teman lama yang sudah sering berhadapan di berbagai turnamen internasional berpikir cukup lama sebelum kemudian dia ambil CA.

Dari sini saya sudah mendapat informasi, ia pegang CA. Dengan demikian dari jalannya penawaran otomatis HK dan DA ada di utara. Selanjutnya Andrew yang pernah menonton saya di Singapura tahun 2000 dan sempat menyaksikan “ulah” saya bermain kemudian ia menuliskan di Daily Bulletin waktu itu serang S4. Saya main S2, SQ dan di dummy ambil SA.
Sampai disini sepertinya kontrak sudah sulit untuk diselamatkan kecuali satu kesempatan dimana selatan lalai. Saya kemudian mencoba peluang itu dengan main S3 dari dummy dimana Andrew main S9 dan saya ambil dengan SJ. Saya kemudian main H3 dan benar saja selatan lalai dengan main H6. Menang HJ kontrak sudah bikin karena selatan sepertinya pegang 1336 distribusinya.

Saya kemudian lanjutkan HA, main D2 ke Q menang menang , ruff heart dimana HK jatuh. Selanjutnya ruff club main HQ untuk discard diamond dan main diamond ke K dan klaim kontrak bikin.

Selatan dan utara setuju setelah saya jelaskan, kalau selatan serang diamond tidak ada masalah karena saya akan ruff dan selanjutnya SK jadi trik ke sepuluh. Sebaliknya kalau ia serang club saya ruff dengan SK dan main diamond dan utara kena coup en passant. Andrew hanya bias tersenyum seperti biasanya ketika kami bertemu di meja.

Di papan ini tim kami meraih 11 imp karena di meja sebelah Australia salah defense kontrak 3C+1.Memang saya sering beruntung melawan tim Australia. Ketika APBF di Singapura bulan April yang lalu kami membantai mereka juga, sampai Avi Katnekar memberi saya julukan”smile assassin”. Bruce Neill/Avi Katnekar memilih tidak main melawan kami di Wuhan.

Apa yang bias menjadi pelajaran disini? Jangan pernah menyerah sebagai declarer apapun kontrak yang dicapai walaupun sepertinya hanya ada peluang yang hamper mustahil.
Selanjutnya saya ingin menulis tentang permainan lain yang juga membutuhkan kecerdikan atau sedikit licik agar bias mengelabui lawan`.
14/T/Tidak Bahaya Utara
S 875
H QJ8
D QJ9
C Q975
Barat Timur
S 10 S AK62
H K10 H 52
D K108652 D A43
C K1065 C A832
Selatan
S QJ943
H A97543
D 7
C J
Barat Utara Timur Selatan
A. Nurhalim V.Li B. Polii P.Chun
1D 3C (1)
3D X (2) Pass 3H
Pass Pass 3NT Semua pass

Sebelum menentukan kontrak akhir, saya bertanya lebih jelas kepada Vincent Li yang duduk sebagai utara yang satu tirai sama saya karena ia sebelumnya telah memberikan alert untuk (1) dan (2).

Ia menjelaskan bahwa (1) pegang 2 suiter major dan (2) silahkan pilih yang terbaik karena saya support baik heart maupun spades.Berdasarkan informasi diatas, saya tutup kontark 3NT walaupun tidak punya stopper heart. Dengan saya tutup 3NT saya yakin Peter Chun akan lead spade bukan heart.

Kesimpulan saya benar, ia lead SQ dan kontrak 3NT bikin. Tidak ada masalah dalam play karena hanya menyerahkan satu trik diamond ke lawan dan HK masih menjadi benteng untuk bertahan.

Lead heart kontrak 3NT tidak ada obatnya. Selesai bermain, Peter Chun protes, kamu tidak punya stopper heart ya? Sambil senyum saya jelasin, ketika saya bid 3NT, saya yakin anda tidak akan lead heart.

“Smart decision” sambung Vincent Li yang kebetulan kita sudah berteman karena sering bertemu di Kejuaraan Asia Pacific Bridge Federation Championship.(Penulis adalah pemain dan pemerhati bridge)

TINGGALKAN KOMENTAR