Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) dalam waktu dekat ini akan menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) untuk memilih Ketua Umum baru.Munaslub yang akan dimediasi oleh KONI Pusat ini digelar karena Ketua Umum ISSI sebelumnya Raja Sapta Oktohari (RSO) harus mundur berdasarkan AD/ART KONI dan KOI tidak boleh merangkap jabatan.

Seperti diketahui RSO sejak 9 Oktober.2019 lalu terpilih sebagai Ketua Umum KOI. Dan salah.satu.persyaratan seorang calon menjadi Ketum KOI tidak boleh merangkap jabatan di induk organisasi cabang olahraga (PB/PP).

Namun fakta membuktikan RSO masih mempertahankan posisinya sebagai Ketua Umum ISSI. Idealnya putra pengusaha Osman Sapta Odang ini membentuk Plt Ketua Umum sembari mempersiapkan Munaslub.

Kondisi ini berlangsung selama delapan bulan sampai ada pernyataan resmi RSO mundur dari ISSI. Pengprov pun terkesan diam karena memang mayoritas para Ketum Pengprov mayoritas adalah orang-orang atau masih bagian dari gengnya RSO.

Entah kebetulan atau tidak carut marut di ISSI ini memancing gairah para komunitas balap sepeda Indonesia. Para komunitas ini bukan sekedar pehobi sepeda juga terdapat mantap pebalap nasional dan pelatih kawakan.Mereka ini gerah melihat sikap RSO yang memposisikan ISSI sebagai kerajaan kecil.

Dengan spirit ingin melakukan perubahan di ISSI yang tujuan utamanya perbaikan dan peningkatan prestasi balap sepeda Indonesia ke depan, para komunitas sepeda Indonesia ini mencoba membangun komunikasi dengan seluruh Pengprov ISSI yang berjumlah 30 itu.

Gayungpun bersambut, komunikasi intensif yang dibangun para komunitas sepeda Indonesia ini ditindaklanjuti dengan adanya desakan mundur RSO dari pucuk pimpinan ISSI.

Tampaknya Pengprov juga sudah jengah melihat sikap RSO yang terkesan otoriter. Organisasi ISSI dibuatnya seperti perusahaan di mana anak buah harus manut dan tunduk pada sang majikan.

Niat tulus para komunitas untuk melakukan perubahan di ISSI pun kemudian mulai membuahkan hasil. Setidaknya muncul sosok atau figur yang siap mengabdikan dirinya membangun prestasi balap sepeda Indonesia yakni Letjen TNI Tatang Sulaiman.

Mantan Wakasad ini sejatinya bukan orang baru dalam olahraga bersepeda di tanah air. Meski bukan atlet profesional Tatang Sulaiman tidak buta sama sekali.terhadap peta perbalapsepedaan di Indonesia. Diam-diam mantan Pangdam IV Diponegoro dan Pangdam Iskandar Muda ini mengikuti perkembangan balap sepeda Indonesia bahkan dunia.

Tatang Sulaiman pun langsung menyatakan kesiapannya dicalonkan sebagai Ketua Umum PB.ISSI periode 2020-2024. Kesiapan pria kelahiran Bandung 1 April 1962 ini tak lepas dari adanya deklarasi dukungan 22 Pengprov.

Pada Sabtu (27/6/2020) malam bertempat di Bandung, Jabar, dukungan 22 Pengprov itu dideklarasikan.Jika dukungan 22 Pengprov ini solid alias tak ada yang goyah imannya jika tiba-tiba di Munaslub nanti muncul calon lain dengan membawa iming-iming janji uang, dipastikan Tatang Sulaiman mulus menuju kursi nomor satu ISSI.

=Waspadai Politik Uang=

Namun sudah bukan rahasia umum lagi bahwa setiap pelaksanaan Munas atau Munaslub selalu diwarnai politik uang di mana ada calon Ketum tak malu-malu menawarkan uang kepada pemilik suara dalam hal ini Pengprov.

Dan bukan tidak mungkin pada Munaslub ISSI ini akan muncul calon dengan siap membeli suara. Aroma tak sedap seperti itu sudah mulai tercium apalagi ada yang belum rela melepaskan posisi Ketum ISSI kepada orang lain.

Sementara Tatang Sulaiman dengan tegasmengatakan bahwa dirinya tak mau menggunakan uang dalam Munaslub ini.Sang Jenderal lebih baik mundur jika harus menggunakan politik uang.

Langkah dan sikap Tatang Sulaiman ini tentu harus diapresiasi. Paling tidak Tatang Sulaiman memberikan pencerahan kepada insan olahraga khususnya balap sepeda bahwa sportifitas dan kejujuran itu di atas segala galanya.(Penulis adalah wartawan olahraga)

TINGGALKAN KOMENTAR