Andy Ruiz Jr pada Juni 2019 dan kini.

JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

MENJADI juara dunia tak terbantahkan (undisputed), seorang legendaris, adalah tujuan hampir semua petinju.

Sedikit petinju pernah menjadi undisputed dalam waktu rélatif singkat sehingga belum layak disebut seorang legendaris. Kebanyakan petinju tak pernah bisa merebut gelar di semua badan tinju. Dengan banyak alasan. Salah satunya, meréka lebih suka sebagai underdog.

Andy Ruiz Jr pernah mencatat préstasi mencengangkan dunia ketika ia mengalahkan Anthony Joshua pada 1 Juni 2019 dan merebut sabuk gelar kelas berat WBA/IBF/WBO/IBO. Sekali kayuh, empat pulau terlampaui.

Tapi, kemenangan itu bikin Ruiz Jr mabuk kepayang. Pola hidupnya berubah drastis –hampir seperti Tyson Fury setelah mengalahkan Wladimir Klitschko. Enggan berlatih keras, lebih banyak santai dan foya-foya. Ketika ia menghentikan semua itu untuk persiapan rematch dengan Joshua, segalanya sudah telat.

Naik ring di Diriyah, Arab Saudi, Desember 2019, bobotnya melembung tak karuan. Beruntung ia bermain di kelas berat, kelas di mana bobot seorang petinju diukur berdasarkan bobot teringan. Di kelas lain, dengan kelebihan berat, ia pasti kena diskualifikasi.

Tak anéh jika ia akhirnya jadi sansak hidup Joshua. Beruntung ia tak kalah KO.

Lima bulan pascakekalahan itu, Ruiz Jr nampaknya sadar sudah berada pada rute yang salah. Ia pun mengganti pelatih dengan Andy Réynoso, pelatih yang juga menangani Saul Canélo Alvaréz.

Belum lama ini, Ruiz mengunggah foto dan video dirinya di akun Instagram-nya: “the happy life of the underdog’ [Kehidupan bahagia underdog]. Tubuhnya nampak atletis. Wajahnya bersinar dan berbinar.

Ia bahkan nampak seperti baru dilahirkan kembali. Ia hidup tanpa beban seorang juara dunia.

Latihan fisik yang dilakukannya mungkin sama saja. Tapi, secara psikologis, ia tak dalam tekanan seperti ketika menjadi seorang juara dunia.

Lebih dari itu, lama sebagai pelatih Canélo, Réynoso tahu bagaimana cara menangani seorang Ruiz Jr.

Tapi, semua tetap bergantung pada Ruiz Jr juga. Maukah ia mengikuti arahan Réynoso atau tidak. Atau, kalau ia masih juga suka ngéyél, Réynoso mungkin saja akan menendangnya karena penampilan Ruiz Jr di atas ring juga jadi pertaruhan nama besarnya sebagai pelatih kondang.TOR-05

 

TINGGALKAN KOMENTAR