Carl Froch.

JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

SATU kali terkena kasus doping mungkin bisa dimaafkan. Tapi, tiga kali, dan di olahraga tinju pula, mestinya tak ada lagi ampun.

Itulah pendapat Carl Froch, mantan juara dunia kelas menengah super menanggapi kasus petinju kelas berat Jarrell Miller yang kali ketiga tersandung masalah doping.

Miller dinyatakan positif mengonsumsi obat peningkat penampilan sekaligus membuatnya batal bertarung melawan Jerry Forest yang akan digelar Top Rank.

Ini kali ketiga Miller kena kasus doping.

Pada 2014, Miller kena sanksi 9 bulan karena positif mengonsumsi doping jelang pertarungan kickboxing.

Lalu, pada 2019, Miller batal bertarung dalam duel perebutan gelar kelas berat melawan Anthony Joshua, di mana posisinya kemdian digantikan Andy Ruiz Jr.

“Dalam kasus Miller, saya kira sudah jelas itu obat peningkat penampilan. Tak ada alasan kontaminasi karena Anda memang mendapatkan produk-produk yang memungkinkan terjadi kontaminasi pada semprotan hidung, pompa asma, atau inhaler,” kata Froch kepada talkSport.

“Dalam hal obat perangsang, tak ada area abu-abu, semuanya hitam-putih, ya atau tidak. Jika Anda gagal dalam tes doping, itu artinya Anda curang. Anda harus menerima hukuman 6 bulan atau setahun. Dalam kasus Miller, ia seharusnya tak bisa bertarung lagi.”

“Di nomor lari 100m Anda curang untuk mendapatkan catatan waktu lebih baik. Di sepakbola, Anda curang hanya untuk mencetak gol lebih banyak. Tapi, ini tinju, olahraga yang mempertaruhkan nyawa manusia. Jika ada yang melakukan kecurangan, ia seharusnya dihukum selamanya. Jika itu dilakukan, orang lain akan berpikir dua kali untuk melakukannya.”TOR-05

TINGGALKAN KOMENTAR