Salah satu kelemahan yang saya lihat dari para pemain muda kita adalah mereka kurang mendapat arahan yang tepat ketika menjadi declarerer. Dalam pelatnas hal ini juga tidak tertangani dengan baik karena pada umumnya lebih berkonsentrasi membenahi sistim dan “partnership understanding”. Hal itu bias dimaklumi, karena dianggap hal-hal dasar baik dalam teknik play maupun defence mereka telah dapatkan dari pelatih mereka.

Ternyata kesimpulan ini kurang tepat karena pelatih di Indonesia sangat bervariasi dan belum mendapatkan modul yang seragam dalam mengajar anak didiknya.PB Gabsi periode ini sangat menyadari hal ini sehingga membentuk komite baru Training for Trainers.

Salah satu yang penting untuk diketahui dalam hal teknik play, declarer yang andal sebelum memainkan trik pertama akan menganalisis jalannya penawaran, seperti lead dari lawan. Kemudian menghitung trik serta mengatur strategi bagaimana cara terbaik untuk memenuhi kontrak.

Keberhasilan declarer untuk memenuhi kontrak sangat ditentukan oleh bagaimana cara ia mengolah kartu untuk mendapat trik sesuai kontrak yang dicapai. Salah satu hal yang menjadi pertimbangan adalah bermain seaman mungkin, asal kontrak bisa terpenuhi. Sering sekali jumlah trik yang dibutuhkan akan sangat memengaruhi cara bermain declarer.

 

Sayang sekali, walaupun declarer telah melakukan perhitungan yang sangat cermat, kadang-kadang distribusi yang ekstrem serta lead yang imajinatif sulit diperhitungkan. Salah satu contoh mengenai hal ini dapat dilihat pada papan di bawah ini:

95. ♠ Q J 6
S/TB ♥ 8 5 3
♦ Q 2
♣ K 8 6 5 3
♠ 7 5 4 3 ♠ A K 8
♥ J 10 ♥ A Q 9 4 2
♦ 8 7 6 5 4 ♦ 9 3
♣ 10 9 ♣ Q 7 4
♠ 10 9 2
♥ K 7 6
♦ A K J 10
♣ A J 2

Barat Utara Timur Selatan
Shao Perron Rong Chemla
1NT Pass 2NT
//

Closed Room
Barat Utara Timur Selatan
Cronier Xu Lebel Hu
1NT Pass 3NT
//

Papan ini muncul di Kejuaraan Dunia Bermuda Bowl 1995 pada babak perempat final antara Prancis dan China. Sampai menjelang board terakhir, China selalu unggul dalam pengumpulan angka. Malapetaka muncul dari papan ini. Di Closed Room,. pasangan Prancis yang bermain 16-18 NT tanpa kesulitan bid game. Menerima lead ♦5 declarer dengan mudah meraih 10 trik karena kedudukan ♣Q yang menguntungkan.

Di Open Room pasangan China bermain 15-17 NT dan ketika Utara melakukan tawaran invitational, Selatan dengan pegangan 4-3-3-3 memilih pass. Seandainya pemain Barat memilih lead ♦5 seperti di Closed Room maka declarer dengan mudah akan meraih 10 trik seperti di Closed Room. Kalau ini terjadi, China hanya kalah 6 Imp dan lolos ke babak semifinal.

Namun, kejelian Perron memilih lead ♥J suatu pilihan lead yang mengagumkan karena berdasar perhitungan yang matang. Dengan pegangan hanya 1 HCP, Perron mencoba mencari warna panjang dari partnernya yang jelas memegang lebih banyak HCP. Menerima lead ♥J declarer ambil ♥K dan mulai berhitung.

Ia sudah punya 1 trik Heart, 4 trik Diamond dan 2 trik Club. Asalkan Heart tidak terbagi 5-2 adalah sangat aman untuk mencari tambahan 1 trik di Spade. Sebab, kalau ia memilih potong Club dan ternyata kalah, lawan sudah mendapat 6 trik kalau Heart terbagi 4-3.

Pilihan yang ditempuh declarer ternyata salah dan kontrak berakhir mati 1 dan China harus tersingkir secara menyakitkan. Lead yang hebat, declarer play yang cermat telah dipertontonkan secara gemilang oleh kedua pemain. Tapi, dewi fortuna lebih berpihak kepada Perancis.(Penulis adalah pemain dan pemerhati bridge)

TINGGALKAN KOMENTAR