JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Menpora Zainudin Amali menegaskan jabatan Deputi IV Kemenpora Bidang Peningkatan Prestasi Selalu menjadi sumber masalah. Pasalnya di Deputi IV ini terdapat anggaran sangat besar dibanding Deputi lainnya.Oleh karenya kepada pejabat baru Deputi IV yang baru saja dilantik,,Chandra Bhakti diminta untuk lebih berhati-hati.

Penegasan itu disampaikan.Menpora Zainudin.Amali dalam sambutannya saat melantik Chandra Bhakti sebagai Deputi IV Kemenpora Bidang Peningkatan Prestasi di Auditorium Wisma Kemenpora Jakarta, Selasa, (14/7/2020).

Pelantikan Deputi IV Kemenpora ini selain dihadiri seluruh pejabat eselon juga Ketum Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari, Sekjen KONI Pusat Ade Lukman.dan sejumlah pengurus cabang olahraga.

Dengan dilantiknya Deputi IV Kemenpora ini Zainudin Amali berharap pelayanan terhadap kelangsungan pembinaan olahraga prestasi tidak terganggu.”Saya tidak.mau mendengar lagi suara miring.tentang kinerja Deputi IV Kemenpora ini. Jangan sampai ada keluhan dari cabor terkait kebijakan pelatnas. Saya yakin Pak Chandra sudah bercermin pada persoalan sebelumnya,”kata Zainudin Amali

Chandra Bhakti sebelumnya menjadi pelaksana tugas (Plt) Deputi IV Kemenpora menyusul meledaknya kasus OTT dana hibah KONI 18 Desember 2020 yang melibatkan Prof.DR Mulyana yang saat itu menjabat Deputi IV.Mulyana sendiri sudah divonis 4 tahun penjara.

Menpora pun minta kepada pejabat baru Deputi IV Kemenpora untuk.mengembalikan citra olahraga Indonesia yang tercoreng gara-gara kasus tersebut.Permintaan Zainudin Amali ini memang wajar karena lembaga Kemenpora menjadi sorotan publik setelah kasus OTT Mulyana yang kemudian diperparah oleh kasus yang menimpa mantan Menpora Imam Nahrawi. Imam Nahrawi sendiri sudah dijatuhi hukuman penjara 7 tahun plus denda uang sebesar Rp.18 miliyar.TOR-08

 

TINGGALKAN KOMENTAR