Ada pepatah purba. Jika sejak awal, sudah berbuat salah. Maka, langkah-langkah berikutnya, semakin nyaman berbuat salah. Bahkan, statmen-stetmen Ketua Umum PSSI, Komjen Pol (Purn) Mochamad Iriawan, terkesan oleh mBah Coco, sudah memlintir atau penipu hasil pertemuan pertama, antara PSSI bersama Satgas Covid-19, Rabu 22 Juli 2020 minggu lalu.

Dari laman pssi.org yang disadur mBah Coco,berjudul “ Satgas Covid-19 Setuju PSSI Lanjutkan Kompetisi”, di alinea ke-6, pembuat berita di laman PSSI ini, mencoba menulis yang punya arti, yang sangat abu-abu. Atau, terkesan Satgas Covid-19, antara kalimat setuju atau memberi ijin. Benarkah dapat ijin?

Salah satu pernyataan Iriawan di laman pssi.org menyatakan, “Dalam konsep kami, tentunya protokol kesehatan nomor satu. Yang kedua karena ini kompetisi pada masa Covid-19 tentunya kita mengikuti beberapa liga yang ada di dunia yaitu tanpa penonton. Pak Doni Monardo menyepakati atau memberikan izin kepada kami untuk itu, namun protokol kesehatan tentunya menjadi yang utama dalam hal ini.”

mBah Coco, mencoba mencari berita-berita yang terkait, dengan pertemuan antara PSSI dan Satgas Covid-19. Terkesan, di semua media mainstream dan portal, nyaris “copy paste” dengan laman PSSI. Tapi, beberapa hari kemudian, berita itu sepertinya sudah diluruskan, dan sudah tidak ada lagi pernyataan “Pak Doni menyepakati atau memberikan izin kepada kami….(dst)”.

Pernyataan Mochamad Iriawan. kemudian diluruskan oleh Egy Massadiah, Tenaga Ahli BNPB bidang media, yang juga anggota Satgas Covid-19. “Satgas mendukung, bukan memberi izin. Satgas mendukung dengan syarat protokol kesehatan dijalankan,” ujar Egy kepada Jayakarta News, hari ini, Sabtu, 7 Juli 2020.

Dari hasil investigasi mBah Coco. Ada dua cabang olahraga, yang sudah menghadap Satgas Covid-19. Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia – PERBASI, sudah menghadap tiga kali. Kemudian Persatuan Tenis Seluruh Indonesia – PELTI, sudah dua kali, dapat waktu dengan Doni Monardo, orang nomer satu di Satgas Covid-19. Semuanya, tidak ada kata-kata mendapat ijin, untuk menggelar kompetisi atau turnamen tenis.

Lha, PSSI baru sekali bertemu dengan Satgas Covid-19, ujug-ujug merasa mendapat ijin. Ini yang dimaksud mBah Coco, kok bahasa berita di laman PSSI, terkesan diplintir. Bahkan, cenderung diplesetkan, yang membuat 18 klub anggota Liga 1, dan 24 Liga 2, merasa lega dan bahagia. Padahal, aslinya tertipu, bro !!!

Senin kemarin, Vietnam dan Jepang, mengumumkan untuk menghentikan lanjutan kompetisi sepakbola masing-masing liganya, dalam waktu yang belum bisa ditentukan kembali. Karena, pandemi Covid-19 semakin merajalela dan sulit diprediksi, kapan berakhirnya. Yang utama, masalah kemanusian.

Dari mlintir memlintir kata-kata yang dilakukan PSSI, menurut mBah Coco, sangat berbahaya. Pasalnya, PSSI bukan berhadapan dengan pihak ke-3, yaitu pihak swasta. Malainkan pihak pemerintah yang sedang berkuasa, dan sedang super sibuk, agar Covid-19 tidak semakin merajalela.

Jokowi, sudah memerintahkan Satgas Covid-19 yang awalnya bernama Gugus Tugas Covid-19, yang dtetap dibawah wewenang Letjen TNI Doni Monardo, tidak berubah. Yaitu kesehatan, perizinan, pembelian, penanganan, dan sebagainya tetap menjadi tugas di satgas Covid-19.

Artinya, jika tugas Satgas Covid-19 dibawah komando Doni Monardo, yang bertanggungjawab langsung kepada Presiden Jokowi. Tapi, ternyata statment-stementnya diplintir oleh PSSI dan ditambah (jadi punya arti) sesukanya oleh tim medianya. Sama saja, PSSI menipu Jokowi. Benar nggak?

mBah Coco semakin curiga, sebetulnya ada apa dibalik ngototnya Iwan Bule, untuk melanjutkan kompetisi? Kenapa laman PSSI, menambah kata-kata sudah dapat ijin dari Satgas-10? Benarkah kompetisi membangun prestasi? Atau, ada skenario yang disembunyikan?

Besok coba mBah Coco investigasi lagi. Sapa tau nemu tipu-tipunya lagi.mBah Cocomeo/TOR-06

 

TINGGALKAN KOMENTAR