Laporan Bert Toar Polii (Jakarta)

Regu Pelangi Bitung harus puas meraih medali perak setelah di ronde terakhir kalah tipis dari salah satu regu terkuat di Singapura saat ini, Ambassador.Regu Pelangi Bitung yang diperkuat Bert Toar Polii sebagai Playing Captain, Tracy Polii sebagai assisten Playing Captain dengan para pemain Rustam Effendy, Uyun Musa, Apin Nurhalim, Paulus Sugandi, Cliff Tangkuman dan Novry Kaligis kalah dari Ambassador 21-26 Imp.

Salah seorang pemain Pelangi Bitung sangat menyesalkan kegagalan ini. Novry Kaligis mengaku begitu kecewa karena ia bermain anti persentase. Seharusnya ia harus potong DQ dan kontrak bikin dan jika itu terjadi Pelangi Bitung akan keluar sebagai juara.

Ambassador yang diperkuat kombinasi pemain Singapura, Malasyia dan Hongkong : Patrick Choy, Alan Sia, Sunny Mo, Abby Chiu dan Alan Sze berhasil mengumpulkan 109.70 VP.
Ditempat ketiga World Peace dengan para pemain Gideon Tan, Ke Jia, Kien Foong, Yukun, CC Lo dan Kenneth yang berhasil mengumpulkan 99.03 VP.

Persaingan cukup ketat dalam pertarungan sistim swiss selama 8 session memainkan 12 board per session.Turnamen berlangsung dua hari dan diikuti 20 tim dimana ada 4 tim dari Indonesia, yaitu Reni Kurnia Dewi di peringkat 10 dan ACR Mix diperingkat 18 serta Gabrial UI Declare di peringkat 19.

Kejuaraan Bridge Pesta Sukan merupakan Kalender tahunan dari Singapura Contract Bridge Association yang sudah berlangsung puluhan tahun dan selalu diselenggarakan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Singapura yang jatuh pada tanggal 9 Agustus 2020.
Team Total Rank
20 Ambassador 109.70 1
5 Pelangi Bitung 101.27 2
19 World Peace 99.03 3
2 Trick or Treat 97.09 4
4 xmen 95.17 5
1 Rabono 94.98 6
15 Marine Le Penalty 91.58 7
7 Titanium 89.61 8
9 Moving On 87.48 9
16 Reni Kurnia Dewi 86.78 10
18 Mokyhunter 85.40 11
10 Jane 84.58 12
8 Easwift 77.14 13
6 Cheese and Whine 77.06 14
3 Bored Holiday Kids 68.45 15
17 Alohonso 67.61 16
11 Queen Amanda 59.16 17
14 ACR Mix 49.74 18
13 Gabrial UI Declare 49.08 19
12 HC Bridge 21.09 20. TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR