JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Meski dirayakan secara sederhana karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19, ulang tahun (ultah) ke-70 Sami Leo Lantang atau sering disapa dengan sebutan Sam Lantang berlangsung penuh kehangatan dan persahabatan.Gambar mungkin berisi: 9 orang, termasuk Tebe Adhi, Yon Moeis, Agus Astapa, Nelson P Siahaan, Eddy Syah, dan Erly Bahtiar, dalam ruangan, teks yang menyatakan '月 HALL DEWAN PERS 70 CHAP -'

Maklum Sam Lantang yang dilahirkan di Manado, Sulut, 15 Agustus 1950 tapi dibesarkan di Tarakan Kalimantan Utara (dulu Kaltim) itu adalah sosok senior di kalangan pewarta olahraga.

Sam Lantang pernah memimpin Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) Jaya dalam kurun waktu 1991 hingga 1996. Sam yang pernah meniti karir jurnalistiknya di Tabloid Bola itu dinilai telah memberikan warna bagi perkembangan olahraga nasional.

Di kalangan para pewarta olahraga di Senayan, Sam Lantang bukan hanya senior juga guru. Ia banyak memberikan kesempatan kepada para pewarta muda (yunior) untuk bersaing dalam memburu berita.Gambar mungkin berisi: 11 orang, termasuk Yon Moeis, Tebe Adhi, Rialini Nonnie Rering, Lutfi Sukri, dan Djoko Pekik Irianto, orang berdiri dan dalam ruangan

Atal Sembiring Depari yang menjadi rekan sejawat yang kemudian melanjutkan tongkat kepemimpinan Siwo Jaya menyebut Sam Lantang adalah sosok menyenangkan.”Terus terang Siwo Jaya di bawah kepemimpinan Bang Sam sangat disegani oleh pihak luar terutama dengan para stake holder olahraga nasional,”kata Atal yang kini menjadi orang nomor satu di PWI Pusat ini.

Satu hal yang menonjol pada diri Sam Lantang seperti diakui Atal Depari adalah Siwo dibuat menjadi organisasi yang sangat demokratis. Tak ada sekat dan batas dalam menjalankan tugas sebagai jurnalis.

”Saya ketika mau maju menjadi calon  Ketua Siwo Jaya pun atas dorongan Bang Sam. Bahkan saya bersaing dengan Bang Sam dan itu bagian dari demokrasi yang memang sengaja dikembangkan dalam organisasi Siwo Jaya,”tambah Atal Depari.

Bahkan ketika Atal maju sebagai calon Ketua PWI Pusat pada Kongres PWI 2019 lalu di Solo dan bersaing dengan rekan sendiri Hendry Chaerudin Bangun, tak lepas dari peran Sam Lantang. Dan persaingan keduanya hanya berlangsung di arena Kongres saja karena setelah itu keduanya berbaur menjadi satu.Gambar mungkin berisi: 4 orang, orang berdiri, janggut dan lensa kaca mata

Hal tersebut diakui Hendry Ch Bangun. Menurut HCB, sosok Sam Lantang adalah pemimpin yang mampu mendorong anak buahnya untuk berkembang. Siwo pada era 1970-an hingga 1990-an boleh dibilang punya kekuatan luar biasa yang bisa mendorong pembinaan olahraga nasional.

Meski ruang lingkupknya DKI, gaung Siwo Jaya dirasakan secara nasional. Sebagai organisasi yang ikut mendirikan KONI, Siwo kemudian kerap kali terlibat dalam kegiatan even baik nasional maupun internasional.

Sementara itu Sam Lantang dalam sambutannya mengaku terharu atas prakarsa para juniornya yang menggelar perayaan ultahnya yang ke-70 ini. Ia menyebut perayaan ultah ke-70 dan dihadiri para rekan sejawatnya adalah berkat persahabatan erat yang terbangun sejak puluhan tahun silam.

”Pertama-tama saya menyampaikan terima kasih kepada panitia yang telah menginisiasi perayaan ultah saya ke-70 ini. Padahal masih dalam keadaan pandemi Covid-19, ini membuktikan bahwa persahabatan itu di atas segala-segalanya. Persahabatan itu tak bisa diukur dengan materi sekali pun,”urai Sam Lantang.

Dalam perayaan ultah Sam Lantang ke-70 di Aula Dewan Pers Jakarta, Sabtu, (15/8/2020) itu dihadiri para wartawan senior yang sudah purna tugas di medianya masing-masing diantaranya adalah, Jimmy S Harianto (harian umum Kompas), Suryo Pratomo (Dirut Metro tv, mantan Pemred Kompas) dan kini menjadi Duta Besar RI untuk Singapura, Rajab Ritonga (kantor berita nasional Antara) yang kini bergelar Profesor, Mahfudin Nigara mantan wartawan Tabloid Bola yang kini Staf Khusus Menpora Zainuddin Amali, Nelson Siahaan, Dirham Sobirin (Poskota), Raja Pane (mantan Ketua Siwo Pusat), Neta S Pane, Ketua IPW dan Wahyu Rudhanto calon Kompolnas.Tokoh sepakbola nasional Andi Darussalam pun tampak hadir dalam acara yang sangat fenomena itu.

Menurut rencana pada Senin, (17/8/2020) bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI akan digelar pertandingan sepakbola persahabatan yang mempertemukan tim Siwo legend dan tim Porwanas Siwo Jaya di Lapangan Aldiron, Pancoran Jakarta, eks Markas Besar Angkatan Udara (MBAU).Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih

Pertandingan persahabatan ini seperti dijelaskan salah satu panitia, Tubagus Adi, juga masih dalam rangkaian ultah Sam Lantang. ”Kegiatan ini semata-semata untuk silaturahmi sekaligus memberikan penghormatan kepada senior dan guru kita semua Bang Sam Lantang,”kata TB Adi, panggilan akrab pria yang sangat dekat dengan semua kalangan ini. TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR