JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

EDDY Reynoso, manajer dan pelatih petinju kondang Saul Canélo Alvarez, mengatakan hubungan dengan Golden Boy Promotions dan CEO Oscar De La Hoya sudah membusuk sejak lama, jauh sebelum pihak Canélo melakukan tuntutan pengadilan.

Tuntutan pengadilan dilayangkan pihak Canélo pekan lalu kepada Golden Boy Promotions, Oscar De La Hoya, dan layangan streaming DAZN. Materi tuduhannya adalah pelanggaran kontrak. Pihak Canélo menuntut ganti rugi 280 juta dolar AS.

Hubungan Canélo dan Golden Boy memanas sejak lebih setahun lalu, sebelum duél Canélo melawan Sergey Kovalev, Agustus 2019. Canélo bilang ia sudah kehilangan kepercayaan kepada De La Hoya.

Sepanjang pekan jelang duél itu, keduanya jarang bertemu dan jarang ngomong.

Tuntutan hukum ini boleh jadi paku terakhir dari hubungan mereka, meski De La Hoya masih coba mencari jalan di luar sidang. Di ruang pengadilan dipastikan akan memakan waktu lama, menguras waktu, tenaga, pikiran, dan biaya.

“Bohong jika dikatakan kami punya hubungan hebat dengan Golden Boy. Kami ada ketidakcocokan di belakang layar, tak ada hubungan erat lagi,” kata Reynoso kepada ESPN Deportes.

Menurut Reynoso, pihaknya dirugikan karena tak bertang terlalu lama. Canélo siap bertarung dengan siapa saja yang mau menantangnya, tapi pihak Golden Boy dan DAZN menginginkan nama besar dan menjual karena menyangkut bisnis.

“Kami ingin semua pertarungan ……. ada Billy Joe Saunders [juara menengah super WBO], [Gennadiy] Golovkin [juara menengah IBF], [Callum] Smith [juara super menengah super WBA], [Sergiy] Derevyanchenko. Saya ingin ia melawan Billy Joe; gelar [menengah super] WBC juga  kosong untuk penyatuan, mereka akan mengganti kerugian [Avni] Yildirim, yang juga pantas mendapatkan pertarungan gelar.”

“Banyak orang tidak mengenalnya [Yildirim], tetapi ia telah membuat pertarungannya menjadi nomor satu, ada juga Caleb Plant di IBF, kami di sini untuk bertarung dengan siapa pun, dengan siapa pun, tinggal bagaimana promotor mengaturnya,” beber Reynoso.TOR-05

TINGGALKAN KOMENTAR