Laporan Bert Toar Polii (Jakarta)
Indonesia dipastikan ikut berpartisipasi di the 2020 FISU World University Championship Mind Sports Online yang rencananya akan diadakan pada tanggal 26-30 Oktober secara online di Bridge Base Online (BBO) demikian hasil pembicaraan antar Bapomi dengan PB Gabsi.

Event ini dibuat untuk menggantikan the 2020 FISU World University Championship Mind Sports yang tadinya dijadwalkan bulan September 2020 di Bydgoszcz (Polandia) yang terpaksa dibatalkan karena pandemic covid-19.

Selama ini ada dua event yang digelar International University Sport Federation (FISU) bekerjasama dengan World Bridge Federation (WBF), satu offline dan satu lagi online. Online pada tahun ganjil sedangkan offline pada tahun genap.

Berhubung setiap Negara hanya boleh mengirimkan 5 tima maka PB Gabsi mengadakan seleksi untuk menentukan kelima tim yang akan mewakili Indonesia.Untuk diketahui sejak program Bridge Masuk Kampus yang dicanangkan Alm. H. Amran Zamzami pada tahun 1993 disusul Bridge Masuk Sekolah oleh Ibu Miranda S Goeltom tahun 2004 maka saat ini banyak kampus yang sudah punya UKM bridge.

Seleksi yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 11-13 September untuk babak penyisihan dan babak final pada tanggal 18-20 September 2020 diikuti oleh 17 Perguruan Tinggi dari Indonesia.

Setelah bertanding sistim Swiss 6 session diambil 8 terbaik untuk berlaga di final.
Hasil akhir babak penyisihan :
1. UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES) 88.69 VP
2. UNIVERSITAS JEMBER 74.63 VP
3. UNIVERSITAS AIRLANGGA 73.84 VP
4. UNIVERSITAS PADJADJARAN 71.13 VP
5. INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER 68.78 VP
6. BRAWIJAYA 65.21 VP
7. POLITEKNIK STATISTIKA STIS 2 65.02 VP
8. UGM1 63 VP.

Salah satu yang mengejutkan sekaligus menggembirakan, semua tim yang berlaga di babak final nanti ada pemain putrinya. Bahkan tim juara UNNES didominasi pemain putri 4 orang dan dua orang pemain putra. Malah peringkat 8 UGM 1 semua pemainnya putri.

Dari 47 pemain yang lolos ke babak final, ada 24 pemain putrid an hanya 23 pemain putri.
Jadi ingat di era sampai sekitar tahun 90an pemain putri yang menggeluti olahraga bridge bisa dihitung dengan jari dan juga umumnya sudah berumur.

Semoga dengan banyaknya pemain putri dapat meneruskan era kejayaan pemain putri Indonesia yang telah dirintis oleh Lusje Bojoh/Joice Tueje, Kristina Wahyu Murniati/Suci Amita Dewi, Fera Damayanti/Riantini yang meraih medali perak di Kejuaraan Dunia Venice Cup 2011 di Veldhoven, Belanda.

Komite Bridge Online PB Gabsi yang diketuai Ronny A Lontoh telah berusaha keras menggelar berbagai event online pada beberapa bulan terakhir ini untuk menyiasati akibat pandemic covid-19 yang membuat semua turnamen bridge online ditunda atau dibatalkan.

Semoga kedepan akan diketemukan cara jitu agar bisa mengantisipasi jika ada pemain yang mengingkari fair play sehingga bridge online akan menjadi trend di masa depan.
Walaupun tetap saja bridge offline akan jauh lebih diminati karena akan saling berhadapan langsung.TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR