MANADO-(TribunOlahraga.com)

Pada era 1980-an, olahraga Sulawesi menggeliat. Daerah yang dikenal dengan sebutan ”Nyiur Melambai” ini pernah menembus posisi 10 besar pada PON 1985. Bahkan di beberapa cabang olahraga Sulut pernah melahirkan atlet yang menjadi tulang punggung tim nasional di ajang internasional.

Lalu bagaimana keberadaan olahraga Sulut menghadapi PON XX yang akan berlangsung tahun 2021 di Papua ? Wakil Sekretaris Umum KONI Sulut Denny Andries saat dihubungi TribunOlahraga.com menyebutkan hingga saat ini sudah 21 cabang olahraga Sulut lolos ke PON Papua.

Ke-21 cabang olahraga itu adalah, atletik, muaythai, pencak silat, bola basket putra, bola voli putra-putri, kempo, menembak, paralayang, gantole, terjun payung, layar, selam, binaraga, taekwondo, catur, biliard, anggar, balap motor dan tinju.

Persaiapan Sulut menghadapi PON Papua ini sempat terganggu karena pandemi covid-19  sampai akhirnya PON ditunda tahun 2021. ”Sejak pandemi covid-19, persiapan cabor secara mandiri dan menurut rencana awal tahun depan baru akan dilakukan pelatda terpusat di bawah kendala Dinas Olahraga Provinsi Sulut,”kata Denny.

Mengenai target, Denny menyebut Sulut akan berupaya meraih prestasi lebih baik pada PON Papua ini. Pada PON empat tahun lalu di Jabar, Sulut hanya merebut 1 medali emas, pencapaian terburuk sepanjang keikutsertaan mereka di pesta olahraga nasional empat tahunan  itu.

Emas semata wayang itu dipersembahkan cabang olahraga bridge melalui pasangan campuran, Sartje Pontoh/Stefanus Supeno. Untuk PON Papua ini, Sulut kembali berharap torehan medali emas dari cabang bridge yang masih menunggu hasil babak kualifikasi. TOR-10

TINGGALKAN KOMENTAR