Laporan Bert Toar Polii (Jakarta)

Sejak diundang untuk mengikuti Championatul Romanian Challenges atau Rumania Challenge Championship, penulis jadi keranjingan bermain challenges dan menularkan kepada banyak pemain di Indonesia. Caranya dengan menggelar BTP Bridge Challenges yang sudah diselenggarakan 2 seri.

Keikutsertaan saya dalam event ini berawal dari undangan yang dikirim oleh Zoltán Magyari coordinator dari event ini. Kami berdua kebetulan pernah bertemu saat Tim Nasional Bridge Asian Games 2018 mengadakan uji coba mengukuti Festival Bridge di Albena, Bulgaria.
Saya mengikuti event ini sejak tanggal 28 Juni 2020 dan telah berlangsung 15 seri karena setiap seri hanya membutuhkan waktu sekitar seminggu.

Selama mengikuti event ini, penulis telah meraih dua medali perunggu dan berhasil mengumpulkan master point atau disebut Punctelor Expert Challeng (PECH) sebanyak 4.811 dan telah bergelar Challenge Master. Saat ini berada di peringkat 6 sebagai pengumpul PECH terbanyak dari turnamen ini.

Hanya tinggal membutuhkan 189 PECH untuk meraih Challenge Bronz Master dan pasti tercapai minggu depan. Untuk menigkat jadi Bronz Master Challenge, pemain harus memiliki minimal 5000 PECH. Pada tourney ke 16 yang sedang berlangsung mulai kemarin, sebagai pemegang medali perunggu di seeded langsung ke babak kedua sehingga otomatis akan meraih 204 PECH.

Sistim pertandingan di turnamen ini cukup menarik. Babak penyisihan pertama, peserta dibagi pool berisi 5 atau 6 pemain. Bertanding setengah kompetisi dan peringkat 1 dan 2 lolos ke babak berikutnya.

Di babak kedua ini yang sangat menentukan karena sangat ketat pertarungannya. Sebab setiap pool berisi 4 pemain dan harus bertarung setengah kompetisi dimana hanya satu pemain yang lolos ke babak berikut yaitu babak KO.

Saya bisa lolos dari babak ini dengan angka sempurna 3 kali menang dan masuk ke babak knock-out 16 besar. Di babak 16 besar menang dari Dumitrascu Florin (Spaima) kemudian di babak 8 besar menang dari Grame Mihai (Ebisu111) dan saying sekali di semi final kalah dari Parvulescu Mihai Lucian (Plucian) yang akhirnya meraih medali perak karena kalah di final.

Pada perebutan tempat ketiga melawan Nadaz Fransisc Mircea (Urzy1) terjadi saling mengalahkan. Pada 12 papan pertama, penulis kalah dulu 8-14 imp. Namun pada 12 papan berikutnya berhasil unggul 38-30 imp sehingga menang tipis 2 imp.TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR