JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

SEBAGAIMANA dikabarkan BoxingScene.com, Jamel Herring takkan meladeni Shakur Stevenson sebagai lawan wajibnya. Herring mendapat dispensasi untuk bertarung voluntary melawan Carl Frampton.

Kabarnya, duél itu akan digelar sebelum tutup tahun 2020.

Tapi, WBO juga mensyaratkan, siapa pun pemenangnya wajib bertarung dengan Stevenson. Jika menolak risikonya sabuk gelar kelas ringan junior WBO itu dicabut dan dilowongkan.

Jadi, jika Herring (22-2-0, 10 KO) menang atas Frampton, lawan berikutnya adalah Stevenson. Jika Herring menolak, maka gelar dinyatakan lowong dan Stevenson, mantan juara kelas bulu WBO, bisa bertarung dengan lawan lain.

Frampton (28-2-0, 16 KO) asal Irlandia Utara, kini di peringkat 6 kelas ringan junior WBO. Frampton, seperti juga Stevenson, sama-sama berada di bawah promotor Bob Arum dan Top Rank. Jika Herring menang dan ogah naik ring dengan Stevenson, bisa jadi perebutan gelar lowong akan mempertemukan Stevenson dan Frampton.

Tapi, di sisi lain, Jeremiah Nakathila (19-1-0, 15 KO), peringkat 3, sudah menyatakan keinginannya untuk duél lawan Stevenson (14-0-0, 8 KO).

Stevenson sendiri mengaku yakin bisa mengalahkan Frampton jika dipertemukan Arum.

“Saya kira saya akan membunuh Frampton. Saya kira mungkin bisa menjatuhkannya di bawah ronde 7. Saya hormati Frampton, tapi saya rasa level kami berbeda.”

“Saya muda, cepat, kuat, tajam, cerdas. Mungkin saya akan jadi mimpi terburuk Frampton jika kami berjumpa di atas ring.”

Usia Stevenson baru 23, sementara Frampton 33

“Jangan salah, saya tak mengabaikan peringkat 3 (Jeremiah Nakathila).  Tapi saya merasa ia tidak di level saya. Ia tak punya nama besar, dan ia tak bagus sebagai petarung. Mungkin duél saya dan Frampton akan jadi duél besar. Duél lawan Frampton lebih masuk akal.” TOR-05

TINGGALKAN KOMENTAR