JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

NOVAK Djokovic hari ini mengunjungi ‘taman piramida’ Bosnia untuk memanfaatkan kekuatan penyembuhan dan penyembuhan ajaib dari situs tersebut, 48 jam setelah kekalahan dari Rafael Nadal di final Prancis Terbuka.

Petenis Serbia nomor satu dunia ini dikenal karena pandangan dan praktik spiritual zaman baru yang tidak ortodoks dan terkadang kontroversial.

Dan dua hari setelah tersingkir 6-0, 6-2, 7-5 di Roland Garros, ia melakukan perjalanan ke Visko’s Valley of the Pyramids dan terowongan berusia 25.000 tahun di bawahnya yang ‘energinya’diklaim membawa keajaiban obat.

Meskipun beberapa bukit di wilayah tersebut menyerupai bentuk piramida, Asosiasi Arkeolog Eropa membantah klaim tersebut sebagai ilmu semu lebih dari satu dekade yang lalu.

“Saya akan mengajak semua atlet untuk datang ke sini menghabiskan waktu di terowongan, yang sangat bermanfaat bagi peningkatan oksigen di paru-paru,” katanya kepada stasiun TV publik FTV.

“Ini berdampak langsung pada regenerasi, pemulihan, yang sangat penting bagi atlet,” katanya.

Menurut media lokal, pengunjung taman piramida telah meningkat sejak kunjungan Djokovic sebelumnya pada Juli setelah ia dan istrinya terjangkit Covid-19 menyusul turnamen tenis yang diselenggarakan Djokovic di Balkan.

“Jika ada surga di bumi, maka itu ada di sini,” kata pemain Serbia itu saat itu. TOR-05

TINGGALKAN KOMENTAR