Jackson England (kiri) selalu siap bertarung.

JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

PETINJU sensasional Mundurah, Jackson England, akan fokus pada duél dua petinju Australia, Mark Schliebs, 27 tahun, dan Brock Jarvis, 22 tahun, anak asuh petinju legendaris Jeff Fenech (Schliebs) dan Lester Ellis (Jarvis).

Duél ini memperebutkan gelar lowong kelas bulu IBF Intercontinental. Duél digelar di National Convention Centre, Canberra, Australia, 25 November 2020.

Jarvis datang dengan modal tak pernah kalah dalam 17 pertarungan, sementara Schliebs juga tak terkalahkan dalam 12 laga.

Buat England, anak asuh manajer Tony Tolj, tak masalah siapa pun pemenangnya. Ia mengaku siap menghadapi keduanya.

“Saya menaruh hormat kepada keduanya, tapi saya percaya diri bisa mengalahkan siapa pun di antara mereka,” kata petinju WA (Australia Barat) berusia 22 ini. “Saya tahu kemampuan saya dan saya selalu siap.”

Covid-19 memang menyulitkan England untuk bisa bertarung di luar negeri. Karena itu, ia kini coba mencari lawan dalam negeri, khususnya pemenang duél Jarvis vs Schliebs.

Di mata England, duél Jarvis vs Schliebs juga bagian dari serunya rivalitas sesama petinju Australia, sama dengan perseteruan Anthony Mundine dan Danny Green. Pertarungan Jarvis-Schliebs sebagai sebuah perseteruan sesama jago Australia, berada di level atas.

“Tapi, sekali lagi saya katakan, saya siap menghadapi mereka [pemenang],”  tegas England.

Bagi England, duél perebutan gelar dunia sepertinya semakin dekat setelah WBC memasukkan namanya dalam daftar peringkat [40 Besar) kelas bulu super per Juli 2020.TOR-05

TINGGALKAN KOMENTAR