JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

SEORANG raja telah lahir. Teofimo Lopez, petinju 23 tahun asal AS, sah mendapat julukan ‘The Takeover’, Sang ‘Pengambil Alih’ setelah ia melengkapi gelar kelas ringan IBF dengan sabuk kelas ringan WBA super, WBC Franchise, dan WBO dari pinggang dan punggung Vasyl Lomachenko, Sabtu pekan lalu, di Las Vegas.

Sebelum pertarungan, Lomachenko, 32 tahun, jauh diunggulkan. Sedikit yang menjagokan Lopez di bursa taruhan. Salah satunya Floyd Mayweather Jr. Mayweather menang 20 ribu dolar AS.

Teofimo Lopez Jr kecil.

Tak ada yang menduga Lopez akan melesat sehebat itu mengingat empat tahun lalu ia harus berjuang untuk bisa tampil di Olimpiade Rio 2016.

Ketika itu, lolos dalam Trial tim AS, Lopez hanya jadi cadangan karena Timnas AS sudah punya jagoan di kelas ringan, Carlos Balderas. Lopez akhirnya mengambil jalan lain. Ia membela Honduras karena ayahnya berasal dari negeri itu.

Gervonta Davis (kanan) tentu juga akan jadi lawan menarik untuk Lopez.

Sayang, di babak 1, ia kalah 0-3 dari petinju Thailand, Amnat Ruenroeng yang tampil di Olimpiade sebagai juara kelas layang IBF. Sementara Balderas gagal di perempat final –artinya, AS juga tak salah memilih Balderas.

Hasil buruk di Rio de Janeiro itu tak membuat kariér pro Lopez redup. Melakoni debutnya pada November 2016, ia jadi juara dunia kelas ringan IBF di pertarungan ke-15, menang TKO ronde 2 atas Richard Commey.

Dan, di duél ke-16, ia merebut semua empat gelar bergengsi sekaligus jadi petinju termuda yang bisa melakukannya.

So, siapa lawan berikutnya buat Lopez?

Hampir pasti bukan Lomachenko karena nampaknya kontrak pertarungan tak menyertakan klausul rematch. Lomachenko nampaknya sangat percaya diri menang dan tak butuh rematch untuk menjaga kemungkinan kalah.

Devin Haney, juara kelas ringan WBC regular setelah Lomachenko dinyatakan Franchise Champion, ingin menjadi lawan Lopez. ‘Lopez vs Haney 2021. Mari lakukan! #AllTheBelts. Tulis Haney di akun Twitter @Realdevinhaney.

Promotor Haney, Eddie Hearn, juga tertarik. Tapi, katanya, Haney harus menyelesaikan tugasnya dulu dengan baik melawan Yuriorkis Gamboa.

Ryan Garcia juga kepincut untuk menjajal kehebatan Lopez. Tapi, seperti Haney, Garcia juga punya tugas tak enteng. Ia akan bertarung melawan Luke Campbell dari Inggris.

Masih di kelas ringan WBA, Gervonta Davis, juara regular, juga merasa layak mendapatkan kesempatan bertarung dengan Lopez. Sebelumnya, Davis terus diganggu Garcia. Kini, fokus mereka tentu ke Lopez.

Last but not least, tentu Lee Selby dan George Kambosos Jr, yang akan bertarung eliminasi kelas ringan IBF untuk mendapatkan tiket duel wajib melawan Lopez.TOR-05

TINGGALKAN KOMENTAR