SALAH satu teori dasar dalam permainan bridge yang cukup populer adalah “Nine Never Eight Fever”. Aturan ini berlaku untuk declarer yang akan memainkan kombinasi AJ976 dan K842
Dalam hal ini declarer harus mencari Q yang mungkin terbagi 2-2, 3-1 atau 4-0 di luar atau AJ97 dan K1052 di mana declarer juga mempunyai problem yang sama. Tapi, kali ini ada 5 kartu yang tersisa di luar.
Jadi kalau kombinasi 9 kartu, declarer main A kemudian K dengan harapan pembagian kartu di luar 2-2 atau Q singleton. Sebaliknya untuk kombinasi 8 kartu declarer harus memainkan tema finesse. Tinggal persoalannya, bagaimana menentukan Q berada?
Berbicara soal mencari “nona”, istilah populer untuk Q, memang tidak ada patokannya. Kecuali, ada informasi dari jalannya penawaran atau kemungkinan pembagian kartu. Tentu saja sebagaimana biasanya, declarer biasa saja menyimpang dari teori dasar untuk mengamankan kontrak seperti pada contoh di bawah ini:
1. S K Q J 10 6 5
U/— H 4
D Q 10 7
C 10 9 3
S 7 4 S 8 3 2
H K J 10 3 2 H A 9 8 6
D K J 5 3 D A 6 2
C J 6 C A K 7
S A 9
H Q 7 5
D 9 8 4
C Q 8 5 4 2
Barat Utara Timur Selatan
2S Dbl Pass
3H Pass 4H //
Pembukaan weak two dari Utara membuat Timur kesulitan. Bid 2NT tidak ada stopper, pass ada 15 HCP. Sedangkan double juga agak kurang memenuhi syarat karena seharusnya maksimum 2 kartu.
Di antara pilihan yang sulit di atas akhirnya Timur memilih untuk melakukan take-out double. Beruntung Barat menjawab 3H yang menunjukkan 8-11 HCP. Dengan pegangan 0-7 HCP, declarer akan bid 2NT (konvensi Lebensohl).
Timur tentu saja dengan senang hati bid game.
Utara lead SK yang diambil alih dengan SA oleh Selatan dilanjutkan serang Spade lagi. Utara menang SQ dan memilih lanjutin serang Spade yang diruff oleh declarer. Di sini declarer yang hanya memahami teori dasar tanpa mengevaluasi jalannya penawaran serta kemungkinan pembagian kartu di luar akan main HAK Dan, kontrak gugur karena akan kalah dua trik Spade, dan masing-masing satu trik di trump dan Diamond.
Declarer yang cerdik akan menghitung kemungkinan pembagian kartu, karena Utara sudah pegang 6 kartu Spade maka peluang pegang pendek Heart cukup besar. Untuk mengamankan kontrak maka declarer main trump ke Ace kemudian dilanjutkan dengan CAK, ruff Club.
Ketika Utara ikut maka kontrak sudah aman. Declarer akan ke dummy dengan DA kemudian main Heart dan ketika Selatan ikut declarer akan main H10.
Dengan cara main seperti ini kontrak sudah aman apa pun pembagian trump. Kenapa? Misalnya utara pegang HQ maka setelah menang HQ Utara tidak bisa berbuat apa-apa. Serang Spade atau Club akan masuk ke double void yang membuat declarer bisa melakukan ruff dan discard.
Sementara kalau serang Diamond akan masuk ke garpu DKJ. Dari permainan ini kita dapat menyimpulkan, memanfaatkan teori dasar penting.
Tapi, jangan terpaku ke hal itu saja, perlu dilakukan evaluasi yang lebih mendalam tentang kemungkinan pembagian kartu dengan memanfaatkan informasi dari jalannya penawaran. (Penulis adalah pemerhati dan pemain bridge nasional).

 

Komentari
Bagikan

TINGGALKAN KOMENTAR