Ryan Garcia (kiri) & Gervonta Davis.

 

JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

KEMENANGAN KO ronde 7 atas Luke Campbell, Sabtu (2/1), melegitimasi nama Ryan Garcia sebagai salah satu petinju elite di kelas ringan [61,2kg].

Juara-juara di kelas ini:
WBA super  – Teofimo Lopez (16-0-0, 12 KO)
WBA regular – Gervonta Davis (24-0-0, 23 KO)
WBA interim – Rolando Romero (12-0-0, 10 KO)

WBC – Devin Haney (25-0-0, 15 KO)
WBC interim – Ryan Garcia (21-0-0, 18 KO)

IBF – Teofimo Lopez

WBO – Teofimo Lopez

The Ring – Teofimo Lopez

Pertanyaannya, siapa bakal jadi lawan berikut Garcia.

Garcia sendiri menyebut nama Gervonta ‘Tank’ Davis. Setelah itu pemenang duél Lopez vs Haney.

Promotor Garcia, Oscar De La Hoya, sudah menyebut nama Davis. Ini jadi duél akbar.

Promotor Haney, Eddie Hearn, sepertinya siap-siap melakukan negosiasi untuk mempertemukan Haney dengan Garcia.

Davis sendiri bisa jadi mimpi buruk buat Garcia, setidaknya jika melihat pertarungannya yang brutal ketika ia menang KO ronde 6 atas Leo Santa Cruz, Oktober 2020. Davis juga menggenggam sabuk gelar bulu super WBA super.

Davis punya skill mumpuni karena dibimbing promotor eks petinju legendaris Floyd Mayweather Jr. Ia eksplosif. Postur kekar dan besar untuk petinju di kelasnya.

Tapi, duél Davis vs Garcia tak begitu mudah direalisasikan. Davis berada di bawah manajemen Premier Boxing Champions [PBC, Al Haymon] dan Mayweather. Hubungan antara Golden Boy Promotions [Oscar De La Hoya] dan PBC kurang harmonis. Juga GBP dan Mayweather Promotions.

Tapi, kalau kedua petinju sama-sama ngebet ingin beradu, para promotor tentu akan lebih mudah melakukan negosiasi. Legitimasi Garcia dipertaruhkan.TOR-05

TINGGALKAN KOMENTAR