Tinggal menghitung jam akan meninggalkan tahun 2020 dan memasuki tahun Baru 2021 dalam situasi stay at home. Tahun 2020 merupakan tahun penderitaan bagi semua pelaku turnamen diakui Pelti akibat pandemi Covid-19. Yang sejak April 2020 semua Turnamen Diakui Pelti di tutup, sehingga menutup kemungkinan atlet tenis berprestasi.

Entah sampai kapan tidak ada seorangpun yang bisa memprediksi kapan selesainya pandemi Covid-19 ini walaupun vaccin sudah disiapkan Pemerintah mulai Januari 2021 sudah didistribusikan ke masyarakat. Disatu sisi diajurkan untuk meningkatkan immunitas tubuh yang lebih effektip melalui kegiatan olahraga disamping minum vitamin2 dan sebagainya.

Triwulan I, RemajaTenis baru menyelesaikan 5 turnamen diakui Pelti dari 20 TDP sebagai targetnya dalam 2020, kemudian ikut terhenti akibat semua lapangan tenis menutup diri terhadap turnamen tenis. Bahkan setiap kota diluar Jakarta terimbas penyebaran pandemi Covid-19, sehingga ikut menutup diri terhadap turnamen.Bahkan allergi mendengar turnamen untuk diselenggarakan di lapangan tenis.

Bersyukur kota Jakarta sebagai home base RemajaTenis, sejak akhir September , memasuki PSBB transisi sehingga hanya Elite Club Epicentrum Rasuna membuka pintu untuk kegiatan tenis termasuk turnamen RemajaTenis dengan syarat 50% peserta turnamen dan mengikuti protokol kesehatan sesuai anjuran Pemerintah.

Akhirnya dipenghujung 2020 RemajaTenis berhasil menyelenggarakan turnamen RemajaTenis Jakarta ke 86 bulan Oktober dan RemajaTenis Jakarta ke 87. Tetapi untuk kegiatan Desember tertunda karena anjuran Pemerintah agar liburan Natal masyarakat Ibukota stay at home.

Tahun 2020 RemajaTenis menyelesaikan turnamen sebanyak 7 kali, baik di Bantul, Palembang , Bandung dan Jakarta sebagai home base kegiatan. Angka 7 merupakan berkah bagi AFR selaku promotor dari RemajaTenis karena dikaitkan dengan tanggal kelahiran AFR sendiri jatuh pada tanggal 7.

Mengenang semua kegiatan RemajaTenis sejak 2009 sampai 2020 sudah mencapai 22 provinsi dengan 207 turnamen RemajaTenis.Ketika mengingat sambutan masyarakat tenis akan keberadaan turnamen tenis yunior berskala nasional membuat penggagas RemajaTenis ikut termotivasi untuk tidak berhenti berbuat demi kepentingan masyarakat tenis didaerah daerah yang tak tersentuh oleh pelaku tenis lainnya bahkan oleh induk organisasi tenis di Indonesia.

Membayangkan ketika selenggarakan dikota Banjarmasin ada sepasang kakak beradik putra putri dari Kalimantan Barat naik sepeda motor ke Banjarmasin. Pengalaman AFR selaku penggagas RemajaTenis di tahun 1974-1975 waktu bertugas di Kalbar alami sendiri situasi seperti itu dengan sepeda motor dari Pontianak sampai Sambas dan sekitarnya sekitar 150-200 km, betapa sepinya perjalanan dan alami pecah ban.

Bagaimana tidak tergugah melihat peristiwa ini akibat haus akan turnamen bisa berkorban seperti itu. Disamping itu juga kakak beradik putri dari Kalimnatan Tengah tepatnya Palangka Raya naik sepeda motor ke Banjarmasin. Begitu pula sewaktu selenggarakan RemajaTenis di Palu ( Sulawesi Tengah ) rombongan sekolah tenis TumouTou dari Tondano ( Sulawesi Utara) dengan bus umum ke Palu.

Belum lagi ungkapan orangtua petenis yunior dari luar kota Palu sempat memeluk AFR sebagai ungkapan terima kasihnya karena membawa RemajaTenis sampai Palu. Dia tidak bisa bayangkan kalau tidak bisa merasakan turnamen skala nasional dikota Palu kalau bukan RemajaTenis. Kegiatan di Palu ternyata diikuti oleh peserta dari Sulawesi Utara , Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara dan Sulawesi Tengah.

Demikian halnya dialami RemajaTenis dikota Medan. Salah satu orangtua asal Aceh, khusus ingin bertemu dg dengan AFR untuk menyampaikan terima kasih telah adakan kegiatan turnamen khusus yunior di Medan. Semuanya itu memacu adrenalin AFR untuk selalu berbuat baik untuk masyarakat tenis. Inilah kunci yang membuat RemajaTenis tetap eksis ditahun 2020 dimana beberapa turnamen terhenti bahkan untuk 2 ITF Junior tournament yang dijadwalkan Desember 2020 ikut terhimbas pembatalan.

Bagaimana asa tahun 2021 mendatang?

Semua tergantung tuntasnya pandemi Covid-19 secepatnya selesai. Cepat atau lambatnya terputusnya mata rantai pandemi Covid-19 terpulang kepada masyarakat tenis yang seharusnya patuh akan protokol kesehatan . Tapi ada berita cukup menyejukkan hati dengan akan diberikan vaccin Covid-19 kepada masyarakat mulai Januari 2021.

Ini pertanda baik bagi pelaksana turnamen Masalah atlet tenis yunior cukup terjaga kesehatannya karena dengan rajin berlatih tenis dan turnamen maka imnunitas tubuh akan meningkat. Tetapi yang dikuatirkan adalah orangtua atau penonton yang dibawa oleh peserta bisa secara tidak langsung bisa menjadi sumber penularan baru atau disebut klaster baru.

Sebagai penyelenggara beban terberat adalah munculnya klaster baru di turnamen. Karena menyadari sekali atas pentingnya kesehatan sehingga tidak ada toleransi atas pelanggaran protokol kesehatan. Ini perlu sekali dijiwai oleh pelaku2 tenis di Tanah Air.

Kalau semua bisa diatasi maka optimis pertenisan kita akan bangkit kembali seperti sedia kala dimana dalam setahun RemajaTenis bisa diselenggarakan 20 kali penyelenggaraan baik di Jakarta maupun tersebar di daerah daerah bahkan luar pulau Jawa sekalipun ( Ditulis oleh August Ferry Raturandang).

TINGGALKAN KOMENTAR