JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

PSSI terus bergerak untuk mengimplementasikan Inpres Nomor 3 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional (P3N).

Meski masih dalam situasi pandemi Covid-19, PSSI sudah membentuk Tim Ad-Hoc untuk mempercepat hal ini. Tim Ad-Hoc terdiri atas 18 orang dengan ketua Agus Ambo Djiwa dan wakil Tommy Apriantono.

Menurut Agus, saat ini ada 7 PPLP yang tersebar di 7 provinsi, 1 SKO Ragunan dan 1 PPLM di Purwakarta. Sebagian besar bisa dikatakan belum berfungsi sebagai sarana pengembangan bakat elite pesepakbola atau akademi kelas Asia dan dunia.

“PSSI yang rutin menggelar kompetisi professional tidak memiliki akademi berkualitas di Asia atau dunia, sehingga kesulitan men-suplly pemain muda berbakat untuk menjadi andalan tim nasional. Sekolah sepakbola (SSB) juga belum memiliki standar kualitas yang seragam,” beber Agus dilansir pssi.org.

Sementara itu, Ketua Umun PSSI Mochamad Iriawan mengatakan banyak tantangan yang dihadapi PSSI ke depan. Selain soal kompetensi kepelatihan, juga soal kompetensi perwasitan dan tata kelola penyelenggaraan kompetisi yang belum menjangkau potensi sekolah dan usia secara terstruktur, berjenjang dan berkelanjutan.

“Itu semua menjadi tantangan PSSI ke depan. Tetapi, dengan perhatian pemerintah, kami yakin sepakbola akan maju,’’ imbuh Iriawan.

Iriawan juga meyakini dengan Inpres Nomor 3 Tahun 2019 ini akan ada peningkatan prestasi sepakbola nasional dan internasional. Sebab, dengan Inpres ini pengembangan bakat, peningkatan jumlah dan kompetensi wasit serta pelatih sepakbola akan membaik.

Kemudian pengembangan sistem kompetisi berjenjang dan berkelanjutan, pembenahan sistem dan tata keloka sepakbola. Penyediaan prasarana dan sarana stadon sepakbola di seluruh Indonesia sesuai standar internasional dan pemusatan latihan sepakbola.TOR-06

TINGGALKAN KOMENTAR