JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Pengurus Besar Persatuan Atletik Indonesia Seluruh Indonesia (PB.PASI) pada 25 Januari mendatang akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) 2021 untuk memilih Ketua Umum baru pengganti Bob Hasan yang meninggal 31 Maret 2020.Bob Hasan di Mata Maria Lawalata | Tribunolahraga.com | Berita Olahraga  Terkini dan Lengkap

Maria Lawalata bersama Bob Hasan (Foto/dok)

Hingga berita ini diturunkan sudah ada satu nama digadang-gadang bakal memimpin PB.PASI periode 2021-2025 yakni Luhut Binsar Panjaitan (LBP). Nama  Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia ini dimunculkan Sekjen PB.PASI Tigor Tanjung.

Menurut Tigor Tanjung, figur LBP adalah hasil pendekatan kepada pribadi dan yang bersangkutan bersedia menjadi Ketua Umum PB.PASI empat tahun ke depan. Sosok LBP dinilai mumpuni memimpin PB.PASI karena bukan orang asing di lingkungan olahraga. Mantan Dubes RI di Singapura ini pernah memimpin PB.Forki (karate).

Ketua Umum Pengprov PASI DI Yogyakarta, Teguh Rahardjo dan mantan atlet marathon putri Indonesia, Maria Lawalata berharap Ketua Umum PB.PASI pengganti Bob Hasan harus lebih baik.

”Bagi saya pribadi siapa pun yang menjadi Ketua Umum PB.PASI tentu harus lebih baik karena prestasi atletik Indonesia ini sudah memberikan harapan untuk menembus level dunia,”kata Teguh.

Mantan Asdep III Kemenpora itu juga sepakat bahwa pola berfikir tentang konsep pembinaan atletik Indonesia harus dirubah dalam artian sudah mengarah pada industri olahraga agar pendanaannya tidak tergantung pada seseorang.

Teguh mengakui selama ini pendanaan untuk pembinaan atletik Indonesia hampir 70 persen mengandalkan dana pribadi Bob Hasan. ”Beruntung Pak Bob punya dedikasi dan kecintaan sangat tinggi terhadap atletik sehingga pembinaan jalan,”tambahnya.

Namun ke depan, lanjut Teguh, Ketua Umum PB.PASI mendatang sudah harus mampu menjadikan atletik Indonesia sebagai industri sehingga akan ada kemandirian dalam hal pendanaan.

”Hanya saja, Ketua Umum PASI yang baru juga harus mampu meyakinkan pemerintah bahwa atletik ini banyak menyediakan medali emas di kegiatan multi even seperti PON, SEA Games, Asian Games dan Olimpiade. Selain itu atletik adalah induk dari semua cabang olahraga dan wajib dimainkan  di setiap multi even.Jadi harus ada dukungan dari pemerintah,”katanya.

Sementara itu Maria Lawalata juga berpendapat sama. Namun peraih medali emas penentu kontingen Indonesia mempertahankan gelar juara umum SEA Games 1991 Manila, Filipina itu mengingatkan jangan sampai atletik Indonesia salah urus.Aksi Gila Lalu Muhammad Zohri Saat Latihan, Netizen: Kayak Pakai Cheat -  INDOSPORT

Lalu Muhammad Zohri

”Untuk mencari sosok Ketua Umum PB.PASI seperti Pak Bob Hasan memang tak mudah dan bahkan nggak ada. Kecintaan Pak Bob untuk atletik Indonesia tak diragukan lagi, sampai akhir hayatnya pun masih memikirkan pembinaan atletik Indonesia,”ujar Maria.

Menurut dia, tantangan atletik Indonesia sepeninggal Bob Hasan semakin berat terutama dalam hal pendanaan. Tak mungkin pembinaan akan mulus tanpa dukungan dana yang memadai.

”Makanya saya pun berharap Ketua Umum PB.PASI mendatang sudah harus siap menjawab tantangan ini. Dan satu hal lagi yang perlu ditekankan bahwa pembinaan di daerah harus menjadi perhatian karena  daerah merupakan ujung tombak pembinaan. Zohri adalah bukti nyata hasil pembinaan di daerah,”tutur ibu dua anak ini.

Memang siapa pun yang menjadi Ketua Umum PB.PASI mendatang akan menghadapi tantangan berat terutama dalam hal pendanaan. Selain membuka ruang untuk menjadi industri, peran pemerintah juga harus ada jika prestasi atletik Indonesia ke depan akan lebih baik.

Selama kepemimpinan  Bob Hasan, prestasi atletik Indonesia cukup membanggakan. Di kawasan Asia, atletik tercatat dua kali merebut medali emas masing-masing di Asian Games 1998 Bangkok, Thailand melalui Supriati Sutono di nomor lari 5000 meter dan Asian Games 2014 Incheon, Korsel atas nama Maria Londa.

Sementara di level Asia Tenggara, atletik pernah menjadi ”Raja” di SEA Games 1987 Jakarta tampil sebagai juara umum dengan torehan 17 medali emas. Bahkan di level Olimpiade juga atletik Indonesia mampu menembus semifinal untuk nomor lari 100 meter putra masing-masing 1984 Los Angeles, AS melalui Purnomo Mohammad Yudhi dan 1988 Seoul, Korse atas nama Mardi Lestari.

Prestasi manis lainnya yang diwariskan Bob Hasan adalah sukses Lalu Muhammad Zohri di Kejuaraan Dunia U-20 pada 11 Juli 2018 di Tampere, Finlandia. Sprinter asal Lombok itu merebut medali emas mengalahkan dua sprinter Amerika Serikat, Anthony Schwartz dan Eric Harrison.

Dalam kejuaraan itu, Zohri bukan sprinter unggulan. Namun, ia sukses meraih juara dan dengan catatan waktu 10,18 detik, atau hanya selisih satu detik dengan catatan waktu milik Suryo Agung Wibowo (10,17). Zohri kini pemegang rekornas 100 meter, 10,3 detik yang dibuatnya pada Kejuaraan Atletik Golden Prix 2019 di Osaka, Jepang. TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR