JAKARTA-(TribunOlahraga.com)

Mengasah kemampuan di pentas balap nasional gokart sejak 2018, Qarrar Firhand sudah mencetak sejumlah prestasi. Tahun lalu ia menutup balapan Kejurnas dengan merengkuh dua gelar juara nasional di kelas Mini Rok dan Kadet.

Hingga dua putaran awal beruntun Kejurnas Eshark Rok Cup, Maret lalu, Qarrar Firhand yang baru genap berusia 10 pada 7 Januari tahun ini melaju mulus seolah tak ada lagi lawannya.

Tak heran kalau program balap Qarrar yang akrab disapa Al ini sudah langsung membidik Italia sebagai tempat ia menempa diri. Pada 2019 hingga 2020 awal pun, Al sempat mengikuti sejumlah ajang balap di Italia. Jadi, tentu sudah bukan hal yang baru kalau ia akan kembali mengikuti beberapa seri balapan karting di negeri pizza itu.

Putra bungsu pasangan Firhand Ali dan Aima Fatima ini akan bertolak ke Italia di awal Mei 2021 ini dan akan berada di Italia selama kurang lebih 7 minggu untuk mengikuti sejumlah seri karting di negeri itu. Ia akan ditemani dua manajer Jimmy Akbar dan Faris Lutfi. Tentu saja Dennis Van Rhee sebagai pelatih fisik juga akan mendampingi Al nanti.

Saat ini Al terus melakukan persiapan ekstra untuk fisik dan latihan teknis bersama timnya. Bulan puasa memang cukup berat jika harus latihan di siang hari. Tapi, Al mengaku tetap bisa melakukannya dengan segenap hati. “Mungkin kalau saya tidak kuat, saya bisa lakukan setengah hari. Terpenting kan niatnya,” kata Al kepada media, Rabu (14/4/2021).

Akhir pekan lalu, Al juga tampil di Kejurnas Putaran 3 Eshark Rok Cup 2021 dengan hasil yang cukup mencengangkan. Di sesi free practice, Al yang pada sesi free practice sebelumnya sempat mengalami kendala tehnis dengan mesin gokart nya kembali mencatatkan waktu tercepat 57.539 di kelas nya.

Pada sesi Qualifying Al mencatat waktu tercepat yaitu 57.904 yang kemudian diikuti sesi Heat dan menempatkan dirinya pada posisi tercepat pertama dengan total catatan waktu 7:45.017 pada balapan yang berlangsung 8 lap ini.

Race pre Final yang berlangsung 14 lap, Al kembali harus menghadapi masalah dengan mesin nya yang tidak bisa dipacu maksimal sehingga posisi nya melorot dan Finish di urutan ke 11.

Pada Final race, Al yang sudah siap dengan mesin baru dan strategy overtake dari posisi belakang dan menang, terpaksa harus kecewa dikarenakan balapan harus ditiadakan akibat kondisi cuaca yang tak memungkinkan.

“Al sudah siap mau balapan dan menang apalagi mesin sudah dibereskan, sayang tak bisa balap karena hujan dan petir,” kata Al dalam pertemuan di Sirkuit Sentul waktu itu.

Jimmy Akbar selaku tim manajer juga sangat menyayangkan. “Akhir pekan kemarin memang gokart Qarrar ada masalah dengan mesin sehingga ia tak bisa tampil maksimal, terlebih Final Race harus ditiadakan karena faktor cuaca.
Padahal ini adalah putaran balap nasional terakhir untuk Al sebelum pada awal Mei nanti ia ikut kejuaran Gokart di Italy. Tapi kita cukup puas karena Al masih bisa mencatat waktu ‘best lap’ nya dengan baik,” kata Jimmy. TOR-08

TINGGALKAN KOMENTAR