Yudhi Arief alias King King

Sejatinya insan balap sepeda Indonesia bersyukur dan beruntung bisa mendapatkan sosok seperti bapak Letjen TNI (Purn) Tatang Sulaiman yang mau menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB.ISSI).Jika Pimpin PB ISSI, Tatang Sulaiman Siap Transformasi Hobi Menjadi Prestasi

Tatang Sulaiman, Ketua Umum PB.ISSI periode 2020-2024 hasil Munaslub ISSI 17 Oktober 2020 di Hotel Aston Jakarta.

Mantan Wakasad itu pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) ISSI 17 Oktober 2020 di Hotel Aston Kartika Jakarta didaulat memimpin induk organisasi balap sepeda Indonesia periode 2020-2024.

Sayangnya perjalanan pak Tatang Sulaiman menuju kursi nomor satu ISSI tidak mulus bahkan ada upaya diganjal. Karena hingga saat ini KONI Pusat belum.mengakui dan mengesahkan hasil Munaslub ISSI 2020.

Polemik ISSI makin memanas tatkala KONI seperti membiarkan Munaslub ISSI 2021 yang digelar.3-4 April dengan mengantarkan Kapolri Jenderal Polisi Sigit Sulistyo Prabowo sebagai Ketua Umum. Padahal ISSI dalam sengketa menyusul.adanya gugatan.dari ISSI pimpinan pak Tatang Sulaiman kepada Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI).PB ISSI Pimpinan Tatang Sulaiman Makin Solid.

Tatang Sulaiman menerima benera Pataka ISSI usai terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PB.ISSI periode 2020-2024 dalam Munaslub ISSI 17 Oktober 2020 di Hotel Aston Jakarta.

Saya melihat situasi ini sangat merugikan balap sepeda Indonesia karena adanya dualisme kepengurusan di tubuh ISSI.Jujur saya pribadi tidak punya kepentingan dengan pak Tatang Sulaiman. Namun melihat komitmennya untuk memajukan balap sepeda Indonesia sangat tinggi dan tak perlu diragukan lagi.

Bahkan tak berlebihan kalau saya menyebut pak Tatang ini adalah sosok yang “gila” sepeda. Kesehariannya tak pernah lepas dari sepeda. Kegiatan gowes sudah menjadi santapan rutin bagi beliau.

Pak Tatang sempat ngobrol lama dengan kami saat usai gowes bareng pada November tahun lalu terkait kesungguhan dan kecintaannya untuk balap sepeda. Beliau mengambil contoh pembinaan dari regu tembak TNI yang selama ini kita ketahui berturut-turut menjadi juara dunia.

Karena beliau juga merupakan pendukung tim menembak TNI. Khusus balap sepeda pak Tatang menjadi Ketua Army Cycling se-Indonesia dan hebatnya kegiatan team Army cycling club yang beliau bentuk sudah ada program kerjanya. Intinya beliau juga merasakan apa yang oleh atlet balap sepeda rasakan saat balapan.

Beliau menceritakan bahwa bagaimana tersiksanya dalam perjalanan jarak jauh dan keindahannya saat masuk finis. Ini hal yang penting dinikmati pembalap meski menderita tapi ada sisi kepuasan yang tak terhingga.

Di sini saya merasakan pak Tatang Sulaiman adalah orang yang mengerti bagaimana jiwa seorang atlet balap sepeda. Jarang-jarang orang seperti beliau bukan pesonanya yang menonjol tapi prestasi karena beliau menilai dari kebanggaan yang dirasakan.

Soal pembinaan jangka panjang kalau saya ulaskan di sini kita bisa lihat bagaimana tim menembak TNI bisa menembus prestasi dunia.Semuanya itu berkat pembinaan berkesinambungan yang berawal dari pembentukan tim A, B dan C. Jadi saya tidak meragukan lagi beliau adalah seorang pembina olahraga yang mengerti harus bagaimana apabila beliau mendapatkan dukingan dari pembina-pembina yang berpengalaman pasti balap sepeda Indonesia akan bangkit.

Dari segi pengetahuan beliau juga hobi membaca sehingga akan ada banyak ilmu yang mungkin beliau dapat dari buku-buku mengenai metode latihan di dunia saat ini.Sayang sekali kalau sampai KONI Pusat memilih jalur politik dari pada olahraga yang sebenarnya.

Sekali lagi saya tidak ada kepentingan lain berada dalam kubu pak Tatang Sulaiman, sosok yang sejatinya sangat kompoten untuk memimpin balap sepeda Indonesia tapi dihambat oleh kepentingan kelompok tertentu.

Marilah kita bersaing tapi tidak perlu ada yang mendapat restu seperti yang terjadi sekarang ini. Pasti ada pihak yang dirugikan, mari kita tunggu keputusan BAORI yang sudah gelar beberapa kali persidangan. (Yudhi Arief alias King King) adalah pebalap era 1970-an.satu angkatan.dengan Wahyudi Hidayat Endang Subagya, Rudy Gumulya, Ujang Rumadi untuk DKI Jakarta dan tergaung sebagai anggota Attlete Indonesian Cycling Acociatian/AICA).

TINGGALKAN KOMENTAR