Hanya dalam dua pertandingan dengan kemenangan yg fantastis (dlm 4 hari) timnas Merah Putih melesat naik 10 peringkat. Dari 175 ke 165. Ada penambahan 28,55 poin dari dua kemenangan atas Taiwan (2-1, 3-0) di Buriram.

Kemenangan Evan Dimas dan kawan2 menjadi lebih special karena terjadi di titik balik krusial, play-off. Tidak mudah melewati pertandingan menentukan dlm situasi seperti ini. Ditengah sorotan tajam jutaan mata masyarakat Indonesia yg menanti dgn
harap2 cemas.

Pada situasi dgn tekanan psikologis seperti inilah dibutuhkan kehadiran pemimpin. Berdiri di garis terdepan. Itulah yg diperlihatkan Ketua Umum PSSI Komjen Pol (Pur) Mochamad Iriawan atau Iwan Bule.

Keluarlah pesan singkat, sederhana tapi penuh makna yg membakar daya juang para pemain timnas Merah Putih. “Berikan yang terbaik untuk negara ini”. Itu pesan singkat Ketua Umum PSSI sesaat sebelum keberangkatan timnas ke Buriram, Thailand, 3 Oktober lalu.

Terpaan tekanan psikologis memang mewarnai perjuangan tim asuhan Shin Tae-yong. Terutama setelah torehan hasil di penyisihan Piala Dunia 2022. Tetapi sebagai pemimpin tertinggi di PSSI, Iwan Bule mengambil alih tanggungjawab, dengan terus mengobarkan optimisme.

Akhirnya kemenangan atas Taiwan membuktikan premis Iwan
Bule bahwa kejayaan itu dimulai dari optimisme. Ketua Umum PSSI menyadari betul makna warisan kebangsaan kita yaitu semangat juang. Spirit inilah yg terus digelorahkan oleh Mochamad Iriawan, terutama saat kesempatan berinteraksi dgn semua pemain, pelatih maupun ofisials. (Agus Liwulanga, wartawan senior dan pengamat sepakbola)

TINGGALKAN KOMENTAR